Sabtu, 30 Oktober 2010

HIDUP DI DALAM KRISTUS - Live in Christ

RENUNGAN KEDUABELAS DARI KITAB KOLOSE:

“HIDUP DALAM KRISTUS”

KOLOSE 2:6-7

“Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.”


Tahu ikan remora? Ikan ini adalah ikan yang dapat kita temui melekat di badan ikan-ikan besar. Walaupun ikan ini terkenal menempel di tubuh hiu, ternyata ikan ini juga menempelkan tubuhnya pada penyu, ikan pari, paus, maupun ikan marlin.



Apa sih yang dilakukannya pada tubuh ikan-ikan itu? Ternyata remora hidup dari kotoran, maupun bakteri dan makhluk hidup berukuran kecil yang ada di tubuh si ikan besar yang ditempeli remora itu. Selain itu, remora juga menggunakan tubuh si ikan besar sebagai kendaraan, jadi tidak usah susah payah mereka berenang kesana kemari dengan kekuatan sendiri dan mencari makan sendiri. Istilahnya, tubuh hiu atau ikan yang mereka tumpangi itu adalah rumah mereka sendiri yang dapat memproduksi makanan.
Paulus berkata kepada kita untuk hidup di dalam Dia, yaitu Kristus yang sanggup memberikan kita kekuatan dalam menghadapi segala peliknya hidup di dunia, dan sanggup memberikan keselamatan bagi umat-Nya yang percaya pada-Nya. Sama seperti remora, ini adalah keuntungan yang kita peroleh dengan tinggal di dalam-Nya. Namun dalam hidup di dalam Yesus, kita juga harus mengerjakan tiga hal, yaitu:
1) Berakar dan dibangun di dalam Dia. Jika biji tanaman tidak ditanam dalam tanah, biji itu akan menjadi tidak berguna dan tidak bertumbuh. Jika rumah tidak dibangun diatas dasar yang kokoh, rumah itu akan roboh. Kitapun sama, jika kita tidak berakar dan dibangun di atas dasar Kristus, kita hanya akan mati dan menjadi tidak berguna dan diperdaya iblis. Tumbuhlah diatas Kristus dengan mengikuti segala kehendak-Nya!
2) Bertambah teguh di dalam iman. Jangan sampai iman kita menjadi semakin lemah ketika kita mendengar pemberitaan palsu mengenai Yesus, ataupun jika kita mengalami masalah yang teramat sangat berat. Percayalah, cukup percaya saja 100% bahwa Yesus adalah Tuhan yang sanggup menolong hidup kita. Hidup di dalam Dia berarti menyerahkan segenap hidup kita ke tangan-Nya. Sisakan ruang untuk iman, dan buang jauh-jauh rasa ragu kepada-Nya.
3) Berlimpahkan syukur dalam hati kita. Mengucap syukur adalah perlu, mengucap syukur adalah bukti bahwa kita berpegang teguh kepada Sang Juruselamat kita dan mengikuti firman-Nya. Mengucap syukur mengalahkan hati yang bersungut-sungut, rasa dengki, marah, dan kecewa, dan hasilnya akan membawa tubuh kita senantiasa sehat karena selalu dapat bersyukur dan bersukacita atas segala kejadian yang ada di dalam hidup kita. Bukankah hati yang gembira itu obat yang manjur? Bersyukurlah!
Jangan pernah memiliki hidup diluar Kristus, karena dengan melakukannya kita yang adalah debu ini hanya akan menjadi binasa oleh kelaliman dunia yang penuh jebakan dan daya tarik yang berujung pada maut. Yesuslah hidup sejati kita, Haleluya! (DH)

Aku mau hidup di dalam-Mu, dan ikuti perintah-Mu,
Sebab aku hanyalah debu, lebih rapuh daripada batu.
Namun di dalam-Mu, aku adalah pemenang yang memiliki kehidupan baru!



Dibuat tanggal: 30 Oktober 2010

..........................................................................


TWELFTH REFLECTION FROM THE BOOK OF COLOSSIANS:

"LIVE IN CHRIST"

Colossians 2:6-7


"As ye have therefore received Christ Jesus the Lord, so walk ye in him: Rooted and built up in him, and stablished in the faith, as ye have been taught, abounding therein with thanksgiving."



Did you know Remora fish? This fish is a fish that can be embedded on the body of big fishes. Although this fish is famous for sticking in the body of the shark, these fish were also put his body on the sea turtles, stingrays, whales, and marlins. What he does on the fish's body? Apparently Remora live from feces, dirt, as well as bacteria and small living things that exist in the body of the great fish that Remora attached into. In addition, the Remora also use a large body of the fish as a vehicle, so they do not have great difficulty to swim with their own strengths and find their own food. The Shark's body is just like a house that can produce food for them...
Paul told us to live in Him, Jesus Christ, Who is able to give us strength to face all the severity of life in the world, and able to provide salvation for His people who believe in Him. Just like the Remora, this is the profit we can earn to live in Him. But we also have to do three things:
1) Rooted and built up in Him. If the seed crop is not planted in the soil, that seed would be useless and not growing. If houses are not built on solid foundation, the house will collapse. It's same with us, if we are not rooted and built on the foundation of Christ, we are just going to die and become useless and tricked by devil. Grows above all the will of Christ by following Him!
2) Increased steadfast in the faith. Do not let our faith becomes weak when we heard the false news about Jesus, or if we have a very, very serious heart-breaking problems. Just believe it 100% that Jesus is God who can help our lives. Life in Him means surrender all our lives to His hand. Leave room for faith, and throw away a sense of doubt in him.
3) Have gratitude in our hearts. Thanksgiving is a need, gave thanks is evidence that we cling to our Savior and follow His Words. Thankful heart beat grouchy, envy, angry, and disappointed heart, and the results will bring our body to be healthy because be thankful and rejoice over all the existing events in our lives is a good thing. Remember that cheerful heart is good medicine. Be thankful!
Do not have a life outside of Christ, because we are just dust that will only be destroyed by the tyranny of a world that full of traps and attractions that lead to death. Jesus is our true life, Alleluia! (DH)

I want to live in thee, and follow thy commandments,
Because I'm just dust, more fragile than stone.
But in Yours, I was the winner who has a new life!



Created date: October 30, 2010

Jumat, 29 Oktober 2010

YESUS - Jesus



RENUNGAN KESEBELAS DARI KITAB KOLOSE:

“YESUS” (No English version...)

KOLOSE 1:15-22

“Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu. Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus. Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.”


Pada mulanya Dia menciptakan bumi ini. Dia menganggapnya begitu indah, semuanya indah! Tanaman, hewan-hewan, gunung-gunung, lautan, bintang-bintang, bulan, matahari, planet-planet, semuanya Ia ciptakan begitu indah, sempurna! Dan kemudian Iapun menciptakan manusia. Ia ciptakan dengan tangan-Nya sendiri... Ia bentuk dengan demikian indah... Ia hembuskan nafas kehidupan, sehingga akhirnya hiduplah manusia itu, seorang pria. Pria itu merasa kesepian sehingga Tuhan menjadikan wanita lewat tulang rusuknya. Begitu indah, begitu cantik! Namun...
Manusia itu jatuh dalam dosa! Terpaksa mereka diusir dari hadapan-Nya. Mereka yang begitu indah jadi rusak karena ketidaktaatan. Tapi karena kasih-Nya, manusia terus berkembang menjadi banyak, dan sayangnya dosa mereka semakin parah sehingga Dia terpaksa menenggelamkan mereka dengan air bah dan memusnahkan orang-orang bejat itu... Hanya delapan orang yang selamat, merekalah orang-orang yang taat. Mereka terus bertambah banyak sehingga terciptalah bangsa Israel. Bangsa ini berusaha ditolong oleh-Nya, namun ditolak mentah-mentah. Mereka mengkhianati Pencipta mereka sendiri! Dia mengirim para nabi-Nya untuk memperingatkan mereka, tetapi mereka tidak mau mendengarkan! Namun Dia tetap sabar menuntun dan menjaga mereka mereka.
Berabad-abad kemudian dosa manusia semakin parah. Korban penebusan dosa dengan darah hewan sudah bukan solusi yang baik lagi. Akhirnya, Iapun mengambil keputusan untuk turun ke bumi. Ia menjadi manusia dan lahir lewat seorang perawan, padahal Dia adalah Tuhan! Ia bertumbuh dewasa, dan ajaran-Nya banyak ditolak dan dibenci orang, sehingga mereka menyalibkan-Nya, membunuh-Nya. Dia disiksa, diludahi, dikhianati, dicaci, dituduh, darah-Nya tersebar di tanah akibat pecutan cambuk dan mahkota duri. Akibat paku-paku yang menusuk tangan dan kaki-Nya, dan tombak yang menembus perut-Nya. Iapun mati. Ini semua demi manusia. Dengan demikian siapa yang percaya pada-Nya tidak akan mati dan binasa dalam neraka, melainkan beroleh hidup yang kekal di dalam kerajaan sorga, mengalami hidup tanpa air mata yang penuh kebahagiaan. Ia tidak mati tidak untuk selamanya, melainkan hanya tiga hari, dan bangkit kembali! Ia naik kembali ke sorga dan mempersiapkan tempat untuk kita yang percaya pada-Nya di dalam kerajaan-Nya yang kekal dan abadi, penuh sukacita.

Dia adalah Yesus. Dialah yang menciptakan seluruh dunia, dan mati pula di dunia menanggung dosa-dosa kita. Namun kebangkitan-Nya membawa sukacita. Sekarang, apakah akan kita sia-siakan pengorbanan-Nya? Yesus mengasihimu, dan Ia menantimu untuk percaya pada-Nya. Datanglah pada-Nya, sebab Dia adalah Bapa kita yang mengasihi kita... (DH)

Dibuat tanggal: 30 Oktober 2010

..................................................................

Rabu, 27 Oktober 2010

TIKUS YANG OPTIMIS - Optimistic Mice




RENUNGAN KESEPULUH DARI KITAB FILIPI:

“TIKUS YANG OPTIMIS”

FILIPI 4:6

“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur”



C.S. Lewis memiliki satu tokoh hasil imajinasinya yang Ia beri nama Reepicheep. Sosok ini muncul di beberapa serial novel anak-anak The Chronicles of Narnia. Reepicheep muncul pertama kali di dalam buku Prince Caspian, lalu The Voyage of The Dawn Treader, dan terakhir di dalam buku The Last Battle.
Tokoh ini memiliki keberanian yang tinggi, jiwa patriotisme yang besar, kemurahan hati, dan pikiran yang selalu optimis. Di saat orang-orang meragukan keberadaan Sang Singa Agung Aslan yang adalah Pencipta negeri Narnia, Reepicheep tidak pernah kehilangan iman. Dia tidak pernah khawatir, dan selalu yakin serta optimis bahwa Aslan akan selalu ada baginya, memberikan pertolongan untuknya, dan tidak akan menelantarkan penduduk Narnia.
Tapi yang mengagetkan Reepicheep hanyalah seekor tikus kecil yang dapat berbicara! Namun walaupun tubuhnya kecil, Reepicheep memiliki hati sebesar gunung. Suatu ketika di dalam buku Prince Caspian Reepicheep kehilangan ekornya sewaktu berperang, dan ketika itulah Aslan yang melihat segala kebaikannya memunculkan kembali ekornya yang adalah kehormatan terbesar tikus kecil itu, dan kemudian Reepicheep menjadi ksatria setia Raja Caspian X.



Apakah yang sedang kita khawatirkan saat-saat ini? Firman Tuhan berkata supaya kita tidak perlu terlalu mengkhawatirkan apapun juga di dalam hidup kita ini. Bukankah kita memiliki Tuhan Yesus yang menjadi jaminan kebahagiaan dan keyakinan kita dalam menghadapi hidup ini? Apapun juga kesulitan hidup yang kita alami, kita tetap memiliki sumber pengharapan abadi yang senantiasa setia untuk kita. Dialah Bapa, Yesus, dan Roh Kudus. Berdoalah ketika kita khawatir, megucap syukurlah walaupun kita dilanda kecemasan, dan cobalah untuk selalu memiliki pikiran yang positif di dalam Tuhan.
Reepicheep tidak pernah meragukan Aslan dan selalu mengandalkannya dalam setiap tindakannya. Kitapun juga bisa seperti itu, yaitu terus mengandalkan Tuhan dalam hidup kita. Seperti Reepicheep, kitapun harus memiliki jiwa pemberani, berpikiran optimis setiap saat, dan tidak pernah membiarkan siapapun kecuali Roh Kudus yang menjadi Juru Mudi hidup kita. Jika Reepicheep adalah tikus yang selalu beriman dan pemberani, kitapun juga harus menjadi prajurit perang-Nya Tuhan yang pemberani dan tidak goyah dalam hal kekhawatiran yang berlebihan! Tuhan Yesus memberkati kita sekalian! (DH)

Langkahku terjebak rasa takut, kekhawatiran membuatku kalut,
Aku bingung harus berbuat apa, segala sesuatu terasa hampa,
Namun akhirnya kusadari, bahwa masih ada satu Pribadi,
Pribadi yang kuat, yang membebaskanku dari segala penghambat,
Dialah Allahku, Roh Kudusku, Dialah Yesusku, penuntun hidupku,
Karenanya aku berterima kasih dengan hati yang bersih,
Khawatirkupun mulai hilang, dan jiwa pemberaniku telah datang,
Haleluya, amin...

Dibuat tanggal: 27 Oktober 2010

.................................................................
TENTH REFLECTION FROM THE BOOK OF PHILIPIANS:

"OPTIMISTIC MICE"

Philipians 4:6


"Be careful for nothing; but in every thing by prayer and supplication with thanksgiving let your requests be made known unto God."




C.S. Lewis had one imaginative figure named Reepicheep. This figure appears in children's novel series The Chronicles of Narnia. Reepicheep appears first in the book Prince Caspian and The Voyage of the Dawn Treader, and in The Last Battle.
These figures have a high courage, spirit of patriotism, generosity, and optimistic mind. When people doubt the existence of the Great Lion Aslan who is the Creator of the land of Narnia, Reepicheep never lost faith. He never worried, and always confident and optimistic that Aslan will always be there for him, providing help for him, and will not abandon the people of Narnia.
But he is just a little mouse who can talk! But despite her small size, Reepicheep has a heart of a mountain.
What are we worried about this moment? Word of God says that we need not worry too much about our lives. Remember that we have Lord Jesus as a guarantee of happiness and our confidence to face this life! Whatever the difficulties of life that we experience, we still have a source of eternal hope that is always faithful to us. He is the Father, Jesus, and Holy Spirit. Pray when we are worried, and try to always have positive thoughts in the Lord.
Reepicheep never doubted Aslan, and always count on him in every action. We also can be like that, just believe and rely on Lord Jesus in our lives. Just like Reepicheep, we too must have a brave soul, think optimistic all the time, and never let anyone except the Holy Spirit who became the helmsman of our lives. If the mouse Reepicheep always faithful and courageous, we too must be a brave warrior of God and not waver in the case of excessive worries! God bless us all!

Created date: October 27, 2010

YANG TAK TERGANTIKAN BAGIKU - (No English Version....)

RENUNGAN KESEMBILAN DARI KITAB FILIPI:

“YANG TAK TERGANTIKAN BAGIKU”

FILIPI 3:7-8

“Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus”



Sewaktu saya masih bersekolah di SMA, saya memiliki banyak sekali teman-teman yang kerajingan game online. Mereka rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk bermain game online di warnet, menaikkan level karakter game mereka, dan jual beli aksesoris game memakai uang sungguhan! Bahkan ada orang yang rela menghabiskan uang jutaan untuk membeli aksesoris terntentu di dalam game tersebut. Di samping itu, beberapa teman saya sampai menginap di warnet dan menjadikan warnet itu rumah kedua mereka! Mereka makan, minum, dan tidur disana, sampai tidak mengerjakan pekerjaan rumah, dan tidak belajar hanya untuk game online. Namun entah bagaimana caranya mereka mengurus diri mereka sendiri sampai jarang ada yang sakit karena hal ini. Namun sakit atau tidak, jelas hal yang mereka lakukan ini adalah memberhalakan game online dan lebih mengutamakan game ini dibanding Tuhan. Banyak dari mereka yang nilai ulangannya jeblok, kehidupan rohaninya tipis sekali, dan pergaulannya pun buruk. Merokok, anting-anting, dan minuman keras tidak terlalu jauh dari hidup mereka. Apa sih yang membuat mereka begitu melekat pada game online?



Dunia ini menawarkan hal-hal yang menggiurkan manusia dan membuat manusia bergantung pada hal itu dengan parahnya, termasuk di dalamnya yang ditawarkan adalah game online. Kenapa banyak anak-anak remaja terikat dengan hal ini daripada dengan firman Tuhan? Karena memang bagi tubuh kita yang fana ini bermain game mungkin jauh lebih menarik daripada membaca firman Tuhan atau datang ke gereja. Iblis dan dunia begitu memperdaya kita dengan tawaran-tawaran yang menggiurkan yang membuat kita terbuai di dalamnya sehingga tidak menyadari bahwa akibat dari semua hal itu merugikan diri kita sendiri. Paulus mengatakan bahwa Ia telah meninggalkan segala macam hal yang dahulu Ia anggap keuntungan, yang dahulu Ia nikmati ketika Ia lakukan. Mungkin salah satunya adalah menyiksa dan membunuh pengikut Kristus. Namun sekarang semua itu adalah kerugian, sampah baginya! Semua itu berubah menjadi tidak berguna ketika Ia mengenal Kristus Yesus sebagai Juruselamat pribadinya, sebagai Tuhan yang memulihkan kehidupannya yang bejat dan penuh dosa. Memang mungkin tubuh dunia kita ini cukup sulit untuk diajak melakukan doa, membaca firman, memuji Tuhan, dan hal-hal rohani lainnya, namun ketahuilah bahwa roh kita amat membutuhkannya, dan itulah kebutuhan pokok, makanan utama bagi roh kita! Jika kita terus memberi makan tubuh duniawi kita, tapi membiarkan kerohanian kita mati kelaparan, akibatnya tindakan-tindakan dosa dan tidak berguna lah yang akan mendominasi hidup kita. Bagaimana, maukah menjadikan Yesus sebagai yang utama dan tak tergantikan dalam hidup kita? Pilihan memberi makan kerohanian kita dan membuat mati kelaparan kedagingan kita adalah jauh lebih baik dari pilihan yang sebaliknya. Bijaksanalah dan jadikan Yesus tak tergantikan dalam hidupmu! (DH)

Aku mau mengasihi-Mu, seumur hidupku
S’bab Engkaulah Tuhanku, Gunung Batu sejatiku
Terima kasih ya Allahku, atas kasih-Mu, didalam hidupku...


Dibuat tanggal: 27 Oktober 2010

Jumat, 22 Oktober 2010

JERUK - Citrus


RENUNGAN KEDELAPAN DARI KITAB FILIPI:

“JERUK”

FILIPI 2:2-3

“Karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri.”


Pernah makan jeruk? Tidak mungkin tidak pernah. Kita semua pasti tahu bentuk buah jeruk, warna, dan struktur di dalamnya. Buah jeruk terbungkus oleh kulitnya yang berwarna jingga, dan jika kita mengupas kulit tersebut, di dalamnya akan terlihat bagian-bagian buah jeruk yang bisa berjumlah delapan atau sembilan, dan bisa kita makan. Jika satu bagian itu saja rasanya asam, pasti yang lainnya juga akan terasa asam. Namun jika satu manis, yang lainnya juga pasti akan manis. Bagian-bagian dalam buah jeruk ini adalah satu kesatuan yang utuh. Mulai dari kulit, isinya, bijinya, dan serat-serat yang ada di dalamnya. Tapi sebenarnya untuk apa saya membahas sebuah jeruk?
Paulus mengatakan bahwa sebagai sesama pelayan Tuhan kita harus sehati sepikir, tidak mencari kepentingan diri sendiri, maupun puji-pujian yang sia-sia dari orang lain. Ini merupakan kehendak Tuhan untuk kita bisa bersatu dan saling menguatkan dan mengasihi antara satu dengan yang lainnya. Kita harus saling mementingkan teman-teman kita dan menopang satu dengan yang lainnya. Sama dengan isi buah jeruk, jika yang satu asam, pasti yang lain asam pula. Jika kita saling menyakiti dan memiliki perasaan yang buruk antara satu dengan yang lainnya, pasti dampaknya akan menyebar pula ke sesama pelayan Tuhan yang lain. Namun jika kita memiliki kepribadian dan hubungan yang manis antara satu dengan yang lainnya, pasti ada kesatuan dan keakraban antara satu dengan yang lainnya, sehingga satu buah jeruk itu menjadi buah jeruk yang enak dimakan. Kulit jeruk itulah gereja, dan isinya adalah jemaat Tuhan. Karena itu jadilah gereja Tuhan yang manis dan enak untuk didatangi, sehingga hadirat Tuhan nyata di tempat itu, dan suasana kerajaan sorga pun akan senantiasa ada karena sesama pelayan Tuhan saling mendukung, menopang, dan mengasihi satu dengan yang lainnya. Bersatulah senantiasa, karena Tuhan selalu merindukan persatuan di dalam gereja, dan bukan perselisihan. Karenanya, mari menjadi gereja Tuhan yang memancarkan bau yang harum seperti bau buah jeruk yang manis dan mengundang selera! Yesus memberkati... (DH)


Persatuan itu indah mempesona
Saling menopang harus tetap ada
Rendah hati membuat iri hati sirna
Saling mengasihi menghilangkan murka
Teruslah berbagi cinta
Karena Tuhan mau itu terus ada pada kita
Sebab kasih-Nya kekal selamanya





Dibuat tanggal: 23 Oktober 2010

................................................................

EIGHTH REFLECTION FROM THE BOOK OF PHILIPIANS:

"CITRUS"

Philipians 2:2-3

"Fulfil ye my joy, that ye be likeminded, having the same love, being of one accord, of one mind. Let nothing be done through strife or vainglory; but in lowliness of mind let each esteem other better than themselves."


Ever eat oranges? I know we all ever ate it. We all know citrus fruit's shape, color, and structure. Citrus fruit wrapped in orange-colored skin, and if we peel it, we can see the parts of citrus fruit that can be numbered eight or nine, and we can eat it. If one of those parts taste sour, the other must also be felt sour. But if it sweet, others also would be sweet.
Paul says that as a fellow servant of God we must having the same thoughts, sharing the same love, and being one in soul and mind, and not seeking self-interest. This is God's will. We should prioritize our friends and support one another. Same with the contents of citrus fruit, if one tasted sour, the other must also felt sour. If we hurt each other and having bad feelings between each other, certainly the impact will spread also to the fellow servant of God. But if we have a sweet personality and relationship with each other, there must be unity and familiarity with each other. So, be a sweet church of God so people feel happy to visit it, and presence of God come to that place, and atmosphere of the kingdom of heaven will always exist because of a fellow servant of God have mutual support, sustain, and love one another. Always be united, because God always longed for unity in the church, and not a dispute. Therefore, let's be a church of God which emit a fragrant odor like the smell of citrus fruit that is sweet and inviting taste! Jesus Bless' you all...


Created date: October 23, 2010

Kamis, 21 Oktober 2010

HIDUP DEMI KRISTUS ATAU MATI DEMI IBLIS? - Living for the sake of Christ, or dead for the sake of satan?


RENUNGAN KETUJUH DARI KITAB FILIPI:

“HIDUP DEMI KRISTUS ATAU MATI DEMI IBLIS?”

FILIPI 1:21

“Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.”


Banyak sekali orang yang mengambil keputusan untuk mengakhiri hidupnya karena merasa stress, bosan, dan depresi dengan hidup yang mereka jalani. Kesulitan keuangan, kondisi keluarga yang dingin dan tak ada kasih, kekerasan dalam rumah tangga maupun kekerasan dan pelecehan yang dilakukan orang tak dikenal, kehilangan orang yang dikasihi, maupun putus cinta adalah penyebab-penyebab umum orang bunuh diri. Cara yang beragam untuk mengakhiri hidup mereka pun mereka lakukan. Ada yang berusaha minum obat nyamuk (saya pikir waktu dia melakukannya ia berharap rasanya akan seperti jus melon...), ada yang mencoba menjadi Spiderman dengan meloncat dari atap gedung, ada yang mencoba bungee jumping dari atas jembatan tanpa tali pengaman, ada yang mengira ia memiliki kekuatan Wolverine untuk menyembuhkan luka tusuk hingga mereka bunuh diri dengan pisau, ada yang tidak bisa baca takaran suatu obat hingga akhirnya overdosis, dan ada pula yang mengira dirinya ayam bakar sehingga membakar diri sendiri.
Kenapa sih mereka melakukan semua itu? Semurah itukah sebuah nyawa? Saya pikir tidak ada toko di dunia ini yang menjual nyawa dengan harga obral yang murah, bahkan dengan harga termahalpun tidak ada sejarahnya orang menjual barang yang disebut nyawa. Nyawa kita ada di tangan Tuhan, Dialah yang empunya semuanya! Dialah yang berhak mengatur hidup kita, bukan diri kita sendiri! Sekali hilang dari dunia, nyawa tidak bisa kembali lagi, kecuali jika Tuhan yang membuat keajaiban! Jadi kenapa harus membuang-buang nyawa?
Mari kita mencoba pahami apa yang Paulus coba tuliskan di surat kepada jemaat Filipi. Paulus berkata bahwa baginya hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Sesungguhnya hidup kita ini milik Kristus, dan jika kita hidup, kita hidup untuk Kristus! Jangan berpikir egois dengan menganggap bahwa hidupmu itu milikmu sendiri dan hanya engkau yang berhak mengaturnya sesuka hati. Kita hidup untuk memuliakan Tuhan, itulah tujuan utamanya. Kita juga hidup untuk memberitakan nama Yesus yang adalah kabar baik kepada orang-orang yang belum mengenal Dia, agar kerajaan sorga bisa mereka peroleh ketika mereka mati kelak. Sedangkan kalau keputusan untuk mengakhiri nyawa kita ambil, kerajaan neraka lah yang akan diperoleh. Ingat, kita tidak berhak untuk mengakhiri hidup kita, hanya Tuhanlah yang berhak! Jangan membuat senang iblis dengan menambah dirimu sebagai penghuni neraka! Hiduplah untuk melayani Tuhan segenap hatimu, dan pada waktunya nanti engkau akan mengalami kematian, dan keuntungan yang kekalpun akan engkau peroleh, yaitu keuntungan memasuki kerajaan sorga yang abadi dan penuh kebahagiaan, sukacita, dan kedamaian. Jadi pilihlah dengan bijak, hidup di dunia melayani Tuhan dengan sedikit kesulitan di dalamnya yang hanya bersifat sementara tapi berujung hadiah kerajaan sorga,,, atau menyelesaikan hidupmu dengan bunuh diri dan lepas dari kesuiltan dunia tapi masuk dalam siksaan api yang kekal? Pilihan ada di tangan kita, choose wisely! Tuhan memberkatimu! (DH)

Hidup dan mati adalah milik Tuhan
Keduanya adalah dua sisi mata koin yang ada di dalam dompetnya Tuhan
Tuhanlah yang berhak memakai koin itu, bukan koin itu sendiri yang mengontrol hidupnya
Jadi, serahkanlah hidupmu secara penuh pada-Nya... Dia tahu yang terbaik untuk kita...


Dibuat tanggal: 21 Oktober 2010

......................................................................


SEVENTH REFLECTION FROM THE BOOK OF PHILIPIANS:

"LIVING FOR THE SAKE OF CHRIST OR DEAD FOR THE SAKE OF SATAN?"

Philipians 1:21

"For me to live is Christ and to die is gain."


A lot of people took the decision to end his life because they feel stress, boredom, and depressed with the life they live. Financial hardship, family conditions that cold and there was no love, violence and harassment by unknown persons, loss of a loved one, or a breakup is the common case that causes suicides. A variety of ways to end their lives they did. Some are trying to take mosquito repellent (I think when he does that, he hoped it was going to be like melon juice ...), some trying to be a Spiderman by jumping from the roof of the building, some have tried a bungee jumping from the bridge without a safety rope, some of them think they have the power to heal themselves like Wolverine, so they they commit suicide with a knife, some can not read the dosage of a drug until they overdose themselves, and some also want to be a grilled chicken that he burning himself.
Why they do all of that? Is life that cheap? I think there is no store that sells life in this world with a cheap bargain price. There is no history of people selling stuff called life. Our lives is in the hands of God, He who owns everything! He is entitled to regulate our lives, not ourselves! Once lost from the world, life can not go back again, unless God makes miracles! So why should we wasting our lives?
Let us try to understand what Paul is trying to write in a letter to the congregation of Philipians. Paul said that for him to live is Christ and to die is gain. Indeed we belong to Christ, and if we live, we live for Christ! Do not think selfish to assume that your life is yours alone and only you are entitled to arrange it as you pleased. We live to glorify God, that's the primary objective. We also live to proclaim the name of Jesus who is the good news to people who do not know Him, so that they can obtain the kingdom of heaven when they die. Meanwhile, if the decision to end the life we take, the kingdom of hell is to be obtained. Remember, we do not have the right to end our lives, only God has the right! Do not make the satan happy to add you as a resident of hell! Live to serve the Lord with all your heart, and you will get a beautiful profits, the profits to enter the kingdom of heaven that is eternal and full of happiness, joy, and peace. So choose wisely, live in the world to serve God with a little temporary difficulties in it but got a reward of endless kingdom of heaven,,, or finish your life with suicide and escape the world's difficulties but enter the eternal torment in hell? The choice is in our hands, choose Wisely! God bless you! (DH)

Life and death belong to God
Both are two sides of a coin that is in God's purse
God who is entitled to use the coin, not the coin itself is controlling her life
So, let your life be controlled by Him, He's the Boss ... He knows best for us ...

Created date: October 21, 2010

SELAMAT BERPERANG! - Have a Good Battle!


RENUNGAN KEENAM DARI KITAB EFESUS:


”SELAMAT BERPERANG!”

EFESUS 6:14-17

”Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah”


Dunia sekarang ini penuh dengan kepalsuan, kebohongan, kesalahan-kesalahan yang keji di mata Tuhan, dan pelanggaran-pelanggaran. Hakim-hakim dan penguasa-penguasa hukum tidak lagi memiliki keadilan. Orang-orang kristen tidak lagi memiliki minat untuk menginjil, mereka kehilangan iman sehingga beberapa diantaranya kehilangan keselamatan juga. Pembacaan firmanpun dilupakan dan hubungan yang dekat dengan Tuhan diabaikan. Ini semua tidak dapat disangkal memang telah terjadi pada banyak orang. Mereka tidak lagi memiliki perlengkapan rohani yang cukup untuk menghadapi dunia.
Apa yang Tuhan katakan? Dia ingin agar kita senantiasa memiliki kebenaran dalam tiap tindakan kita, keadilan dalam apapun yang kita lakukan, kerelaan untuk memberitakan injil-Nya, memiliki iman yang kuat sehingga keselamatan yang pasti dapat kita peroleh, dan yang terpenting kita harus senantiasa menggunakan firman Allah sebagai senjata kita.
Semua itu Tuhan umpamakan dalam bentuk perlengkapan perang rohani. Pergunakanlah itu semua sebagai baju zirah, pedang, kasut, ikat pinggang, tameng, dan pelindung kepala kita, maka kalaupun kita banyak menghadapi hal-hal buruk di dunia ini kita telah memiliki perlengkapan untuk menangkal, menangkis, dan menyerangnya balik. Bagaimana kita bisa memiliki semua itu? Yang paling penting perannya disini adalah iman dan firman. Kita harus senantiasa membaca firman, dan memiliki iman yang kuat. Dengan ini semua, perlengkapan perang yang lainnya harusnya dapat kita miliki dengan mudah. Dan seperti yang Paulus tulis di awal ayat 14, berdirilah tegap! Ini berbicara mengenai kesiapan mental dan keberanian. Beranikah kita dalam menghadapi dunia yang jahat ini dan menyerangnya dengan keadilan? Beranikanlah dirimu, dan selamat berperang! Tuhan Yesus sertai kita semua…. (DH)


Berdirilah dengan kebanggaan dan keberanian
Pakailah ikat pinggang kebenaran
Kenakan baju zirah keadilan
Pasanglah kasut kerelaan
Pergunakanlah perisai iman
Taruhlah atas kepalamu ketopong keselamatan, dan...
Genggamlah erat pedang Rohmu, yaitu firman Allah
yakinlah...
KAU PASTI AKAN MENANG!!!



Dibuat tanggal: 17 Oktober 2010

..................................................................


SIXTH REFLECTION FROM THE BOOK OF EPHESIANS:

"HAVE A GOOD BATTLE!"

EPHESIANS 6:14-17

"Stand therefore, having your loins girt about with truth, and having on the breastplate of righteousness; And your feet shod with the preparation of the gospel of peace; Above all, taking the shield of faith, wherewith ye shall be able to quench all the fiery darts of the wicked. And take the helmet of salvation, and the sword of the Spirit, which is the word of God:"


Today's world is full of falsehoods, lies, mistakes that vile in the eyes of God, and other violations. Judges and legal authorities are no longer have justice. Christians no longer have the interest to evangelize, they lose faith that some of them also lost safety. Words of God have been forgotten and close relationship with God ignored. There is no denying that this has happened to many people. They no longer have enough equipment to deal with the spiritual world.
What does God say? He wants us to always have the truth in each of our actions, fairness in whatever we do, willingness to preach His gospel, had a strong faith that salvation is certain we can get, and most importantly we must always use the words of God as our weapon .
Use it all as an armor, swords, sandals, belts, shields, and protective of our heads, so even if we face a lot of bad things in this world we already have the equipment to ward off, parry, and strike back. How can we have it all? The most important role here is the faith and the words of God. Try to often read the words, and had a strong faith. With all of this, the other war equipment can we get easily. And as Paul writes at the beginning of verse 14, stand up straight! It talks about mental preparation and courage. Can we face this evil world and attack them with justice? Be brave!!! And prepare for a battle! Lord Jesus accompanied us all .... (DH)


Stand up with pride and courage
Wear the belt of truth
Wear the armor of justice
Put a willingness sandals
Use the shield of faith
Put it over your head the helmet of salvation, and ...
Hold tight your spirit sword, that is the words of God
rest assured ...
SURE YOU WILL WIN!




Created date: October 17, 2010

Rabu, 20 Oktober 2010

SIA-SIAKAH JARUM JAM BERPUTAR? - Is it futile for the Clock to Tick?




RENUNGAN KELIMA DARI KITAB EFESUS:

”SIA-SIAKAH JARUM JAM BERPUTAR?”

EFESUS 5:16-17

dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.



Dalam bahasa asli Yunaninya, ”pergunakan” yang dimaksud adalah έξαγοραζόμενοι (exagorazomenoi) yang artinya redeeming/to buy up – membeli/menebus. Dengan kata ini, ada indikasi bahwa kita harus berusaha membeli waktu kita yang ada di dunia ini, dan setelah membelinya dengan susah payah, kita harus menggunakannya dengan bijak. Kalau tidak, waktu itu akan terbuang percuma dan sia-sia. Sesungguhnya kita harus menebus waktu yang ada di dunia ini bukan dengan bayaran uang, melainkan bayaran aktivitas yang kita lakukan tiap harinya. Dengan baikkah kita menggunakan waktu yang kita miliki? Atau kita memakainya dengan asal-asalan?
Di ayat 17 kita bisa melihat maksud Tuhan mengenai waktu, seperti apa kita harus menggunakannya. Dikatakan bahwa kita harus berusaha mengerti kehendak Tuhan. Tuhan ingin agar kita mempergunakan waktu kita dengan mengenal Tuhan lebih dalam lagi. Bagaimana kita bisa mengerti kehendak Tuhan jika kita jarang berdoa, membaca firman, dan bersekutu dengan-Nya? Mungkin kita memang memiliki banyak aktivitas yang menyibukkan kita, dan segala macam pekerjaan telah mengantri minta dituntaskan. Tapi masakan tidak ada waktu barang satu jampun atau setengah jam untuk kita berdoa? Untuk kita membaca firman Tuhan? Jika ada waktu untuk kita membuka internet dan bermain-main game online, chatting, berfacebook atau bertwitter ria, bukanlah mungkin jika kita tidak punya waktu untuk Tuhan.
Jarum jam di dinding rumah kita terus berputar, angka di jam analog kita terus berganti, dan jam tangan kita terus berbunyi ’tik, tik, tik..’, namun apakah seiring mesin-mesin itu bekerja dengan baik dan giat, kita juga memakai waktu dengan bijaksana? Sisihkanlah waktu untuk hal-hal positif dan sehat, dan menyingkirlah sementara dari pekerjaan yang kadangkala membuat kita stress dan jauh dari Tuhan dan keluarga. Dalam bermazmurpun Daud memiliki waktu ”sela” dimana nyanyian dihentikan sejenak. Karena itu siapkanlah waktu ”sela” kita. Selain dengan keluarga dan kegiatan positif lainnya, menghabiskan waktu dengan Tuhan dan berusaha mengerti kehendak-Nya adalah yang terpenting bagi-Nya. Jangan sampai diperbudak dunia dengan memakai waktu untuk hal yang sia-sia terlampau banyak. Hati-hatilah, sebab dikatakan dalam firman-Nya bahwa hari-hari ini adalah jahat. Waspadalah, kiranya Roh Kudus sertai kita selalu, amin! (DH)


Sedang sibuk bekerja? Jangan lupakan satu hal... Ingatlah Tuhan!
Sedang melakukan pelayanan? Jangan lupakan satu hal... Lakukan dalam nama Tuhan!
Sedang marah dan ingin memaki seseorang? Jangan lupakan satu hal... Dia ciptaan Tuhan!
Sedang bengong dan kesepian? Jangan lupakan satu hal... Berdoa pada Tuhan!
Sedang tidak tahu mau berbuat apa? Jangan lupakan satu hal... Baca firman Tuhan!
Sedang bersemangat bernyanyi? Jangan lupakan satu hal... Nyanyikan pujian untuk Tuhan!
Sedang menghadapi masalah yang berat? Jangan lupakan satu hal... Berharap pada Tuhan!
Sedang berusaha mentaati kehendak Tuhan? Katakanlah satu hal... Ini aku Tuhan!
Jangan lupakan Tuhan di segenap jalan hidupmu...



Dibuat tanggal: 16 Oktober 2010

____________________________________________________________________________________


FIFTH REFLECTION FROM THE BOOK OF EPHESIANS:

"IS IT FUTILE FOR THE CLOCK TO TICK?"

EPHESIANS 5:16-17

"Redeeming the time, because the days are evil. Wherefore be ye not unwise, but understanding what the will of the Lord is."



In Greek, "redeeming" is έξαγοραζόμενοι (exagorazomenoi) which means redeeming / to buy up. With this said, there are indications that we should try to buy our time in this world, and after the purchase with some difficulties, we must use it wisely. If not, time will be wasted and in vain. Surely we must redeem the time in the world not by paying the money, but paid activities that we do every day. Were we using our time wisely? Or we use it carelessly?
In verse 17 we can see God's intentions regarding the time, like what we have to use it. It is said that we should try to understand God's will. God wants us to use our time to know God deeper. How can we understand God's will if we rarely pray, read the Words, and have a fellowship with Him? Maybe we do have a lot of activities that occupy us, and all kinds of jobs have been queued in order to be completed. But don't we have an hour or maybe half an hour to pray? Or maybe to read the words of God? If there is time for us to open the internet and play online games, chat, or using twitter or facebook, it is not possible if we do not have time for God.
Wall clock in our homes continues to spin, the numbers in our analog clock kept changing, and we continue to watch sounds 'tick, tick, tick ..', but whether as the machines work properly and diligently, we also use time wisely? Set aside time for positive and healthy things, and get out for a while from the work that sometimes makes us stressful and far from God and our family. Remember that even King David has a "Selah" time where the psalms stopped for a moment. Therefore create your own "Selah" time with God. Beside with the family and other positive activities, spending time with God and try to understand His will is most important to him. Do not let the world enslaved you by using the time for useless things too much. Be careful, because it is said in His word that the days are evil. Beware, just believe that the Holy Spirit is always be with you, amen! (DH)


Are you busy working? Do not forget one thing ... Remember Jesus!
Doing ministries? Do not forget one thing ... Do it in the name of Jesus!
Feeling angry and want to hurt someone? Do not forget one thing ... He is Jesus' creation!
Being lonely? Do not forget one thing ... Pray to God!
Don't know what to do? Do not forget one thing ... Read the word of God!
Excited to sing? Do not forget one thing ... Praise The Lord!
Trying to obey the will of God? Say one thing ... It's me God, I wanna do it!
Do not forget God in all your life path ...


Created date: October 16, 2010

Selasa, 19 Oktober 2010

GENERATOR PEMBUNUH DAN PEMBANGKIT - Killer and Revival Generator


RENUNGAN KEEMPAT DARI KITAB EFESUS:

”KILLER AND REVIVAL GENERATOR”

EFESUS 4:29

”Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.”


”Dasar anak bodoh! Gak pinter ya, mana bisa jadi orang kamu di masa depan!!” Itu adalah salah satu contoh perkataan pembunuh mental anak yang saya tahu cukup banyak orangtua mengucapkannya. Lidah yang mengeluarkan kata-kata kutukan adalah seperti generator pembangkit listrik yang dapat membunuh dan menyetrum orang sampai mati. Memang kita tidak menyadari itu, namun lidah kita ini memiliki kuasa yang amat besar, baik positif maupun negatif. Yakobus 3:9 berkata, ”Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah.” Kuasailah lidah kita dan jangan pernah mengeluarkan kata-kata kotor yang penuh makian, dan kutukan. Memang kita bisa saja marah, tapi cobalah tahan emosi kemarahan yang meluap-luap itu dan pikirkan kata-kata apa yang baik yang dapat kita pergunakan sebagai ganti kata-kata kasar.
Saya sendiri terkadang menerima kata-kata dari orangtua yang rasanya menjatuhkan saya, kata-kata yang membuat saya merasa tidak mampu dan bodoh. Dan hal ini kelak membuat saya berpikir bahwa apapun yang saya lakukan pasti menemui titik kegagalan yang memalukan. Namun saya ingin terus berjuang bersama Tuhan, karena tidak ada kegagalan yang terlalu besar untuk diratapi bersama Dia. Tuhan adalah sumber kemenangan dan keberhasilan sejati!
Suatu saat, ada seorang pria yang sedang berjalan dan berpapasan dengan seorang pengemis yang tua renta dengan tubuh yang membuat dia mustahil untuk bekerja lagi. Si pria berusaha merogoh kantong celananya untuk mengambil dompetnya agar bisa memberi sedekah. Namun apa daya ternyata si pengemis belum beruntung, karena dompet si pria ketinggalan di rumah! Dengan menyesal si pria berkata, “saudaraku, mohon maaf ya, saya ingin sekali memberimu uang, tapi dompet saya tertinggal di rumah, dan sekarang saya harus pulang untuk mengambilnya.” Hal yang mengejutkan diucapkan si pengemis. “Uangmu tidak kuperlukan, karena aku sudah mendapatkan hadiah yang jauh lebih berharga darimu daripada sekadar uang saja!” Dengan heran si pria bertanya, “Apakah itu, saudaraku? Aku belum memberimu apa-apa!” Dengan berlinang air mata si pengemis menjawab, “Engkau sudah memanggilku saudara, dan itu jauh lebih berharga bagi diriku yang hina ini daripada uang yang hampa.... saudaraku!”
Bagaimana, bisakah kita mengeluarkan kata-kata yang baik, membangun, dan membuat orang-orang yang mendengarnya beroleh kasih karunia (ayat 29b) daripada mengeluarkan kata-kata makian? Pakailah lidah anda sebagai generator pembangkit listrik yang benar-benar bisa memberi kehidupan dan energi bagi yang mendengar perkataan anda, daripada menjadikan lidah anda sebagai generator pembunuh yang hanya akan menyerang dan menyetrum orang! Kuasai lidahmu, dan biarlah berkat Tuhan turun atasmu, Glory bagi-Nya!!! (DH)


Dirty and harmful words? No way!
Clean and helpful words ? Yes way!
Teach me Lord to talk in your correct way!
So, I will never talk in a wrong way!



Dibuat tanggal: 16 Oktober 2010

_________________________________________________________________________________

FOURTH REFLECTION FROM THE BOOK OF EPHESIANS:

"KILLER AND REVIVAL GENERATOR"

EPHESUS 4:29

"Let no corrupt communication proceed out of your mouth, but that which is good to the use of edifying, that it may minister grace unto the hearers."


A tongue that produce words of curses are like power generators with electric shocks that can kill people. Indeed we do not realize it, but our tongue has great power, both positive and negative. James 3:8-9 says, "But the tongue can no man tame; it is an unruly evil, full of deadly poison. Therewith bless we God, even the Father; and therewith curse we men, which are made after the similitude of God." Take control of our tongue and never issued a profanity-filled invective, and curses. We can just angry, but try to hold the emotion of anger and think about what words are good that we can use instead of harsh words.
Me myself sometimes accept the bad words from my parents, the words that made me feel inadequate and stupid. And it will make me think that whatever I do definitely will end in failures. But I want to continue to struggle with God, since no failure is too great to mourn with him. God is the source of triumph and a true success!

Once, there was a man who was walking and bumped into an elderly beggar with a body that makes him impossible to work again. The man tried to reach the pockets of his pants for his wallet in order to give alms. But the beggar has not been lucky, because the man left his wallet at home! With regret the man said, "my brother, I'm really sorry, I'd love to give you money, but I left my wallet at home, and now I must go home to pick it up." The beggar reaction was so surprised the man. "Your money is not needed, because I've won a prize far more valuable than mere money!" With a wonder the man asked, "What is it, brother? I do not give you anything!" With tears in the eyes of the beggar, he answered," You've called me brother, and it is far more precious to me than an empty money .... my brother!"

Use your tongue as a power generator that can really give life and energy to those who hear your words, instead of making your tongue as a generator that only strike and shock people! Master the tongue, and let the blessing of God comes upon you, Glory to Him! (DH)


Dirty and harmful words? No way!
Clean and helpful words? Yes way!
Lord Teach me to talk in your correct way!
So, I will of never talk in a wrong way!


Created date: October 16, 2010

Senin, 18 Oktober 2010

TETAPLAH BERDOA - Keep Praying


RENUNGAN KETIGA DARI KITAB EFESUS:

”TETAPLAH BERDOA”

EFESUS 3: 14-21

”... Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus ...”


Bagaimana rasanya jikalau kita sedang ada di dalam penjara? Pastilah ada rasa kesedihan, kekecewaan, dan kehampaan yang besar dalam hati kita. Mungkin jika kita bisa berdoa saat itu, kita hanya akan berdoa meminta pengampunan Tuhan atas kesalahan yang kita perbuat, dan memohon agar Tuhan memberikan jalan untuk kita bisa terbebas dari penjara itu. Berdoa buat orang lain?? Nanti dulu deh! Tapi disini kita mau melihat sosok rendah hati dan penuh kasih dari seorang Paulus yang tetap berdoa, bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk para jemaat Tuhan di kota Efesus, dan kota-kota lainnya. Selain doa, iapun dengan tulus hati menulis surat bagi mereka...
Paulus waktu itu sedang dipenjarakan, kemungkinan besar di Roma. Namun dia bukanlah dipenjarakan karena hal buruk, melainkan karena memberitakan Kristus. Kita bisa bayangkan sebagai manusia biasa harusnya Paulus marah karena ia telah bersusah payah demi Yesus, namun malah dipenjarakan. Tetapi Paulus tidaklah marah, melainkan ia memakai kesempatan dalam penjara itu untuk menulis surat kepada beberapa kota yang di dalamnya terdapat jemaat Tuhan. Paulus meneguhkan, menguatkan, dan terus memberi semangat dan ucapan kasih pada mereka semua. Dan yang paling penting, Paulus tetap mengucap syukur kepada Tuhan, dan tak henti-hentinya berdoa bagi semua orang kudus dan jemaat Tuhan (ayat 16-18), walau ia sendiri bukan sedang ada dalam keadaan yang manis dan aman.
Mungkin kita memang bukan sedang ada di penjara, tapi terkadang masalah-masalah kehidupan yang sedang kita alami menjadi batu penghalang yang besar untuk kita datang kepada Tuhan. Kita begitu marah dan malah terus menyalahkan Tuhan atas apa yang terjadi dalam hidup kita. ”Kenapa begini Tuhan? Kenapa begitu??” Sayapun dulu suka berpikir begitu, tapi saya telah belajar banyak, dan saat ini jika sedang ada masalah yang harus saya lakukan cuma percaya pada Tuhan, dan terus berdoa pada-Nya. Karena itu, taatilah firman berikut ini: ”Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” (1 Tes. 5:16-18). Tuhan berkati berlimpah! (DH)

Aku ingin terus bersekutu dengan-Mu,
Kuwujudkan dalam bentuk doa dan seruku,
Kulantunkan dalam penyembahan dan lagu-lagu,
Aku tahu semua itu kurang bermutu,
Dibandingkan dengan karya penebusan-Mu,
Namun satu hal yang ku tahu, o Tuhanku,
Engkau tidak menganggap rendah semua itu,
Karenanya aku mau berbisik pada-Mu dengan merdu,
Yesusku, I love You.... ~ Your Son, D.H.


Dibuat tanggal: 16 Oktober 2010

______________________________________________________________________________

THIRD REFLECTION FROM THE BOOK OF EPHESIANS:

"KEEP PRAYING"

EPHESIANS 3: 14-21

For this cause I bow my knees unto the Father of our Lord Jesus Christ, Of whom the whole family in heaven and earth is named, That he would grant you, according to the riches of his glory, to be strengthened with might by his Spirit in the inner man;
That Christ may dwell in your hearts by faith; that ye, being rooted and grounded in love, May be able to comprehend with all saints what is the breadth, and length, and depth, and height; And to know the love of Christ, which passeth knowledge, that ye might be filled with all the fulness of God. Now unto him that is able to do exceeding abundantly above all that we ask or think, according to the power that worketh in us, Unto him be glory in the church by Christ Jesus throughout all ages, world without end. Amen.




How does it feel if we were in prison? Surely there is a sense of sadness, disappointment, and a great emptiness in our hearts. Maybe if we could pray at that time, we will only pray for God's forgiveness for the mistakes that we did, and asked the Lord to give way for us to be freed from prison. Praying for other people? Whoa, no way! But here we want to see a figure of Paul who still pray in love, not only for himself, but also to the church of God in the city of Ephesus, and other cities. In addition to prayer, she began with a sincere heart to write a letter for them ...
Paul was imprisoned at that time, most likely in Rome. But he was not imprisoned because of the bad things, but for preaching Christ. We can imagine as human beings Paul should be angry because he had struggled for the sake of Jesus, but instead of got something good, he was imprisoned. But Paul is not angry, he used the opportunity in prison to write letters to several cities where there are the churches of God. Paul affirm, strengthen, and continue to give encouragement and words of love to them all. And most importantly, Paul still give thanks to God, and pray unceasingly for all the saints and the churches of God (verses 16-18).

Maybe we do not currently exist in prison, but sometimes problems of life we experienced is blocked us to come to God. We are so angry and continued to blame God for what happened in our lives. "Why God? Why?? "I also ever to think like that, but I have learned a lot, and now if there is a problem, all I had to do was just believe in God, and continue to pray to Him. God bless abundantly! (DH)

Created date: October 16, 2010

Jumat, 15 Oktober 2010

NAGA YANG TUMBANG ~ The Fallen Dragon


SECOND REFLECTION FROM THE BOOK OF EPHESIANS:

"The Fallen Dragon"

Ephesian 2:1-5

"And you hath he quickened, who were dead in trespasses and sins... But God, who is rich in mercy, for his great love wherewith he loved us, Even when we were dead in sins, hath quickened us together with Christ, (by grace ye are saved;)"



Have you ever thought to become a dragon? In the third book of The Chronicles of Narnia: The Voyage of the Dawn Treader, a boy named Eustace Clarence Scrubb who fell asleep in a dragon cave with a greedy thoughts eventually turned into a dragon. It is indeed a good thing to become a dragon. However, what if there is a bracelet that is way too small to go into the arms of a dragon stuck in his arm? Eustace suffered greatly because of it. But Aslan, the Supreme ruler Lion of Narnia is still giving "love gift" on Eustace and restore Eustace back into his human form. This happens because Eustace take steps to turn into a better person and like to help others in the form of dragon. Eustace repent, and Aslan gave forgiveness.

We also have a similar story. We previously have died because of our sins (verse 1), but a loving God has shown us His great mercy to us that would take the decision to repent. By His grace we can obtain salvation (v. 4-5). If Eustace did not change his attitude to care about other people, he will be forever trapped in the dragon's body with incredible pain in his hands, did not obtain the grace of Aslan, and be different from the human compatriots. Same thing with us, if we do not repent and abandon our old life that filled with sins, we will never receive the grace of God and will be trapped in eternal punishment. Believe in Christ, give your life to Him, and try to have a life that is pleasing in His sight. God bless! (DH)


Created date: December 15, 2010

....................................................................................

RENUNGAN KEDUA DARI KITAB EFESUS:

”NAGA YANG TERJATUH”

EFESUS 2:1-5

”Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu... Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita -- oleh kasih karunia kamu diselamatkan.”


Pernahkah anda berpikir untuk menjadi seekor naga? Di bukunya yang ketiga dalam serial novel fantasi untuk anak-anak The Chronicles of Narnia: The Voyage of The Dawn Treader, Clive Staples Lewis mengisahkan mengenai seorang anak lelaki bernama Eustace Clarence Scrubb yang tertidur di dalam sebuah gua naga dengan pikiran serakus dan sejahat naga akhirnya berubah menjadi naga. Hal itu memang merupakan sebuah keuntungan. Namun, bagaimana jika ada sebuah gelang yang terlalu kecil untuk masuk ke lengan sebuah naga menempel di lengannya? Eustace sangat menderita karena hal itu. Namun Aslan, sang Singa Agung penguasa Narnia masih memberikan “kasih karunianya” pada Eustace dan mengembalikan wujud manusia Eustace. Hal ini terjadi karena Eustace mau mengambil langkah untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik dan suka menolong dalam wujud naganya. Eustace bertobat, dan Aslan memberikan pengampunan.

Kitapun memiliki kisah yang serupa. Kita dahulu sudah mati karena pelanggaran dan dosa kita (ayat 1), namun Allah yang penuh kasih telah menunjukkan kebaikan-Nya yang luar biasa bagi kita yang mau mengambil keputusan untuk bertobat. Oleh kasih karunia-Nya kita dapat memperoleh keselamatan (ayat 4-5). Jika Eustace tidak mengubah sikapnya menjadi peduli pada orang lain, ia akan selamanya terperangkap dalam tubuh naga dengan kesakitan luar biasa pada tangannya, tidak memperoleh kasih karunia Aslan, dan menjadi berbeda dengan manusia sebangsanya. Sama saja dengan kita, jika kita tidak bertobat dan meninggalkan kehidupan lama kita yang penuh dengan dosa, kita tidak akan pernah mendapat kasih karunia Allah Bapa dan akan terperangkap dalam hukuman kekal. Percayalah kepada Kristus, serahkanlah hidupmu pada-Nya, dan berusahalah memiliki kehidupan yang berkenan di mata-Nya. Tuhan memberkati! (DH)

Pernah aku berjalan lewat sebuah jalan besar yang gelap... Banyak tempat yang luar biasa menarik disana... Semuanya menawarkan kenikmatan hidup dan kebahagiaan... Ku ikuti jalan itu sampai suatu saat kurasakan titik jenuh... Aku merasa hampa di tengah kenikmatan ini... Sampai kulihat ada Sosok bersinar yang memanggilku dari sebuah gang kecil yang sukar dilewati... Namun entah bagaimana ada suatu keyakinan kuat bahwa ada kedamaian yang besar akan kuperoleh pada sosok itu... Gang ini sukar dilewati, namun jiwaku haus untuk menyapa Orang itu dan memeluk-Nya... Sampai akhirnya akupun berhasil datang pada-Nya... Dia merangkulku dan sukacita yang melebihi kenikmatan di jalan besar yang gelap itu melingkupi diriku... Diapun tersenyum dan berkata, ”Selamat datang anak-Ku, Aku menunggumu sekian lama, dan betapa gembiranya Aku ketika keputusan untuk datang pada-Ku engkau ambil. Marilah, ada perjamuan kasih yang besar untukmu di rumah-Ku. Kita akan berpesta dengan saudara-saudaramu yang lain...” Barulah kusadari, bahwa orang itu ternyata Yesus Kristus...

Dibuat tanggal: 15 Oktober 2010

Kamis, 14 Oktober 2010

KEPALAKU IALAH KRISTUS ~ My Head is Christ



FIRST REFLECTION FROM THE BOOK OF EPHESIANS:

"
My head is Christ"

EPHESIANS 1.22-23

" And hath put all things under his feet, and gave him to be the head over all things to the church, Which is his body, the fullness of him that filleth all in all."


Maybe for us it should come on for a wife to obey her husband, but sometimes there are also the wives who take over leadership in the family and as if they were the head of the family. If you let this happens means there is no proper order of the hierarchy within the family. But as true Christians we must understand exactly who is the "head" who are worthy to lead our lives, and He is Jesus himself (v. 22b).
Because we are His body, it is only logical for us to obey His commandments, and put Him above all things. Can our hands say to our heads, "Do not ask me to pick it!"? Of course can’t! But that's human. Sometimes we feel proud to do everything alone, but without the Lord Jesus as the head which always guide and lead us, we are just a pile of wooden sticks that fell into the hands of children who love to play as ninjas with swords. When finished playing, we will be thrown away! Imagine if we were a pile of wood that fell into the hands of a carpenter. We can be formed into a desk or a wardrobe that are beautiful and strong!
Therefore, if we only rely on our own power and fell into the sin of pride, the devil will use us for temporary pleasure. How to avoid it? Just realize the real authority of God! Make Jesus your "Carpenter" that can be shaped us as His beautiful tools. If we are already in His hands, the devil has no power over us. Understand this seriously and make Jesus as our true head. In this way, we can become much closer and easier to obey His will and authority, because the "head" of all of us are Christ. Hallelujah! (DH)


December 14, 2010



________________________________________________________________________________



RENUNGAN PERTAMA DARI KITAB EFESUS:


”KEPALAKU IALAH KRISTUS”


EFESUS 1:22-23

”Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.”

___________________________________________________________________________

Mungkin bagi kita sudahlah semestinya bagi seorang istri untuk taat pada suaminya, namun terkadang ada juga istri-istri yang mengambil alih kepemimpinan dalam keluarga dan seakan-akan merekalah kepala keluarganya. Jika sampai hal ini terjadi berarti tidak ada susunan hirarki yang tepat dalam keluarga itu. Namun sebagai umat Kristen yang sejati kita harus paham betul siapa ”Kepala” kita yang layak untuk memimpin hidup kita, dan Dia adalah Yesus sendiri (ayat 22b).

Karena kita adalah tubuh-Nya, maka sudah sewajarnya bagi kita untuk mentaati segala perintah-Nya, dan mengutamakan Dia atas segala sesuatu. Apakah tangan kita dapat berkata kepada kepala kita, ”Jangan suruh aku mengambil barang itu!”? Tentu tidak dapat! Namun memang itulah manusia. Terkadang kita merasa sombong dan dapat melakukan segala sesuatunya seorang diri, padahal tanpa Tuhan Yesus sebagai kepala yang selalu membimbing dan memimpin kita, kita hanyalah tumpukan batangan kayu yang jatuh ke tangan anak-anak yang suka bermain pedang-pedangan. Setelah selesai dimainkan, kita aka dibuang begitu saja! Bayangkan kalau kita adalah setumpuk kayu yang jatuh ke tangan seorang tukang kayu. Kita dapat dibentuk menjadi sebuah meja atau lemari yang indah dan kuat!

Karena itu, jika kita hanya mengandalkan kekuatan sendiri dan jatuh dalam dosa kesombongan, iblis akan memakai kita untuk kesenangannya sementara, dan setelah itu kita dicampakkan ke api neraka. Bagaimana caranya supaya terhindar dari hal itu? Sadariilah otoritas Tuhan yang sesungguhnya! Jadikan Yesus ”Tukang Kayu”mu yang dapat membentukmu sebagai alat-Nya yang indah. Jika kita sudah ada di tangan-Nya, iblis tidak memiliki kuasa atas kita. Pahamilah dengan sungguh-sungguh dan jadikan Yesus sebagai kepala kita yang sejati. Dengan cara ini, kita bisa menjadi jauh lebih dekat dan mudah untuk taat pada kehendak dan otoritas-Nya, sebab ”Kepala” kita semua adalah KRISTUS. Haleluya! (DH)

Langit indah berwarna biru, dihiasi awan kelabu…

Burung-burung terbang dengan rapi, menghiasi langit yang sunyi…

Terpujilah Yesus yang Mahatahu, Dia Tuhan dan Rajaku...

Biarlah kehendakku menjadi mati, dan kehendak-Mulah yang jadi...


14 Oktober 2010