Tampilkan postingan dengan label Tweet about Top 10 Lectures. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tweet about Top 10 Lectures. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Maret 2011

About The Top 10 Captains... Part # 5

KAPTEN No. 7: Johannes Leiwakabessy




Hello Everyone... Saya mau menuliskan ungkapan kebanggaan saya kepada 10 orang dosen yang saya kagumi. Pahlawan-pahlawan Kristus ini adalah orang-orang yang terus membantu saya naik ke atas, membantu junior kecil ini untuk naik setahap demi setahap untuk menjadi semakin dewasa dalam iman, pengetahuan, dan pengalaman di dalam Kristus. Terima kasih atas segala pengajaran dan tuntunan yang kalian berikan bagiku di dalam kehidupanku walau hanya singkat saja...



Dosen satu ini adalah salah satu dosen yang kukagumi. Cara berpikirnya tidak dapat ditebak, namun membangkitkan inspirasi. Cerdas, bijak, dan selalu mengajar dengan pola dan gaya pengajaran yang berbeda tiap bertemu (walaupun saya cukup yakin 99% pasti selalu ada tugas presentasi, hehe...). Saya suka dengan cara berpikir beliau yang kadang ekstrim dan kontroversial. Namun hal ini dapat membuat mahasiswa berpikir lebih mendalam lagi den memutar otak dan berbagi pikiran.

Orang-orang memanggilnya “Pak Yocke”. Namun entah kenapa saya gak srek dengan nama panggilan itu, lantaran itu (kalau tidak salah) merupakan panggilan masa kanak-kanak beliau, jadi gak cocok ah rasanya kalau panggilan spesial dan khusus jadi panggilan umum. Rasanya maknanya yang berharga jadi hilang. Setiap orang rata-rata punya panggilan masa kecil yang hanya dipakai dalam keluarga saja. Contohnya adalah saudara dalam iman dari pak Johannes, yaitu Bapak Gordon, memiliki panggilan kecil Odon yang hanya disebut di kalangan keluarganya saja. Sayapun punya panggilan macam itu. Jadi, kepingin sekali panggil bapak yang satu ini dengan panggilan “Pak Johan”, atau lebih kerennya, “Pak John”. Namun nama Yocke sudah sangat menjakarta (kalau tidak bisa disebut mendunia), dan semua orang memanggilnya begitu. Hal ini membuat saya sulit untuk memanggil beliau dengan panggilan yang berbeda (ada rasa takut nanti pak Johannes jadi merasa aneh dengan saya, hehe...). Nanti kalau dikasih izin, saya mau memanggilnya Sir John Lei saja, bule bule dikit campur Asia kan gak apa, keren.....


Gayanya santai, baju selalu dikeluarin, yaaaah, gak usah formal-formallah, to hidup cuma sekali. Kalau ngantor tiap hari mesti rapi melulu, baju dimasukkin terus, yang ada bikin sempit dan sesak nafas aja, hahaha... Saya pernah keluarin baju juga waktu di kampus, tapi malah ditegur Pak Handoko.. Haha, masih mahasiswa belum boleh bebas toh naaak! Yang menjadi ciri khas dosen cool satu ini adalah jenggot dan kumisnya. Jujur bapak jadi keren dengan aksesoris alamiah itu; sangar, garang, dan jadi berwibawa (sangar-sangar gitu hatinya lembut loh).

Sifatnya santai, dibawa asik terus, suka bercanda, dan menyenangkan. Kalau soal ketegasan, sistem tegas pak John terasa beda dari dosen lain (terutama para BPH). Sulit dijelaskan bagaimana perbedaan itu, tapi bisa dikatakan diantara 4 BPH, saya paling takjub, bangga, kagum, dan nge-fans sama Mister satu ini. Ada satu hal yang sangat ingin saya ceritakan kepada beliau, tapi mungkin waktunya belum tepat. Mungkin setelah saya sudah lulus dari APT kelak, dan ada kesempatan bertemu dengannya, saya akan menceritakannya.





Hal lain yang tidak akan saya lupakan dari beliau adalah kesaksiannya sewaktu menolak ke Israel untuk yang ketiga kalinya, dan menjadi pembimbing untuk yang kedua kalinya. Why? Just for the sake of us, eight APT students grade 2 yang masih hijau dan culun-culun. Wow!! How responsible!!! Luar biasa!!! Hari itu saya langsung pulang dengan perasaan senang dan bangga bisa mengenal dosen hebat satu ini... Tapi saya penasaran, bagaimana kalau tawaran ke Israel itu adalah yang pertama kalinya? Apakah Sir John akan tetap menolak?? Hanya Tuhan dan beliau yang tahu, namun saya pikir beliau akan tetap menolak. Saya sudah banyak melihat karakter yang indah dan menakjubkan dari sir John Lei, dan tidak pernah meragukan kesetiaannya kepada Tuhan, dan kepada siapapun yang layak ia setiakan.

Saya cukup kaget ketika beliau memberi saran kepada saya untuk lanjut S1 ke SATI Malang, dan S2 ke luar negeri. Saya rasa Tuhan ada membisikkan sesuatu kepadanya, karena lama sebelumnya saya pernah memiliki impian dan harapan persis seperti itu, yakni lanjut S1 ke Malang dan S2 ke luar negeri (saya sangat rindu dapat ke Amerika). Namun, karena beberapa faktor, saya hampir saja melupakan mimpi itu. Tapi seakan digerakkan Tuhan, Pak John menegaskan kembali mimpi yang hampir mati itu. Pak, saya yakin dan percaya saya bisa meraih semua itu!! Saya harus bisa studi ke luar negeri. Saya harus banyak belajar, dan lebih sungguh-sungguh lagi. Saya harus berhasil dan meraih mimpi saya. Termasuk mimpi membawa keempat orangtua saya ke Yerusalem bersama saya, memiliki rumah pribadi, dan menikah dengan wanita itu –kalau Tuhan menghendaki...

Maju terus pak John! Kiranya Tuhan memakai anda dengan cara-cara tak terduga yang dapat membuat seolah-olah tulang yang patah tersambung kembali, dan orang yang mau bunuh diri mengurungkan niatnya. Artinya, membawa kesegaran dan cipratan kebahagiaan yang luar biasa. Pasti ada tujuan Tuhan yang besar dan mulia dalam hidup anda, dan bukan untuk hal yang remeh anda diciptakan. Saya mengasihimu, menghormatimu, dan mengagumimu. Kiranya Tuhan memberkatimu berkelimpahan, juga memberkati Serafim dan bu Sri dengan berkat surgawi yang luar biasa. Terima kasih untuk segala-galanya!!! Sehat selalu, Jesus loves you... Ijinkan saya mengutip kata-kata andalan pak Hudus – KEEP ENTHUSIASTIC IN THE LORD!!!! Amen.....

Kamis, 27 Januari 2011

About The Top 10 Captains... Part # 4

KAPTEN No. 8: Cynthia Shanti Thenu





Hello Everyone... Saya mau menuliskan ungkapan kebanggaan saya kepada 10 orang dosen yang saya kagumi. Pahlawan-pahlawan Kristus ini adalah orang-orang yang terus membantu saya naik ke atas, membantu junior kecil ini untuk naik setahap demi setahap untuk menjadi semakin dewasa dalam iman, pengetahuan, dan pengalaman di dalam Kristus. Terima kasih atas segala pengajaran dan tuntunan yang kalian berikan bagiku di dalam kehidupanku walau hanya singkat saja...

Dosen satu ini adalah dosen yang menyenangkan, dan mentor yang baik, itulah ibu Cynthia. Well, jika mengingat-ingat awal pertama bertemu, jujur saja aku kaget karena "cover luar" dari ibu Cyn terkesan galak dan suerrraaaammmm.... Tapi kemudian apa yang dilihat mata tidak sesuai juga dengan kenyataan, karena beliau sesungguhnya adalah pribadi yang manis, lembut, dan murah senyum! Tampang sangarnya hanya menjadi kenyataan kalau sedang marah dan jengkel saja terhadap tingkah laku murid-murid APT.

Tidak seperti 3 orang dosen yang kubahas sebelumnya, kenangan dan moment bersama ibu Cynthia jauuuh lebih banyak, dan agaknya diriku mesti tahan menatap layar monitor ini, diam merenung sejenak, mengingat-ingat hal-hal yang baik bersama beliau, kemudia baru mulai mengetik lagi. Akan kubagikan dalam beberapa bagian kenangan bersama ibu Cynthia:

1. Saat pertama kali bertemu, itulah waktu sesi wawancara guna memenuhi syarat memasuki keluarga besar AT-APT. Waktu itu saya dibawa ke sebuah ruangan dan mulai diwawancarai beliau. Serrramm booooo! (Maklumlah, waktu itu belum kenal!) Wawancara itu berlangsung cukup santai, walau ada beberapa pertanyaan yang bingung untuk dijawab, namun semua berlangsung dengan baik. (Tidaklah penting lagi membahas isi wawancara tersebut, yang penting diawali dan diakhiri dengan senyum dari ibu Cyn. "Syukurlah, ternyata gak galak-galak amat" pikirku.) Satu kata yang paling kuingat dari ibu Cyn waktu wawancara: "Kalau gak sungguh2 jadi hamba Tuhan, lebih baik kamu pulang ke rumah, dagang sparepart motor, dan penghasilannya di kirim ke gereja!" Itulah kata-kata andalan ibu kpada tiap mahasiswa... (Khusus ke saya, dagang sparepart motor, tapi kalau ke anak lain, tanam singkong!!!!)

2. Saat pemilihan mentor cukup menyenangkan juga untuk diingat. Waktu itu saya sudah cukup dekat berkawan dengan dua orang, yaitu Enjos dan Ifan. Jadi, saya akan sangat bersyukur jika satu mentor dengan mereka. Ternyata, setelah kertas yang diundikan kami buka, mentor Ifan dan saya sama, yaitu ibu Cynthia!! Jadilah kebahagiaanku lengkap, hahaha.... "Jagoan semua" Itu kata bu Cyn waktu itu.

3. Saat berkunjung ke rumah bu Cyn acara mentor bebas. Disana kami bantu kuras kolam ikan di rumahnya. Anak-anak mentor beliau adalah: Saya, Ifan, Saudara Boy, Saudari Wulan, dan Eplin. Setelah beres2 kolam ikan, kami makan malam. Menyenangkan sekali deh! Menunya udah gak gitu ingat, tapi saya ingat ada bakso! Lantaran bakso itu cuma kumakan sebutir dan sisanya dihabiskan saudara Boy tanpa ampun! Astagaaa..... Oh ya, anjing-anjing yang dipelihara di tempatnya pesek semua loh! (Haha, knapa bahas moncong guguk ya??)

4. Saat saya mencurahkan isi hati berkenaan dengan seorang anak gadis... Ah, jadi bingung mau melankutkan bagaimana... di skip sajalah bagian ini... Yang penting sekarang semua yang kurasakan saat itu sudah memudar... (Ini terjadi karena pembicaraan dengan Pastor Kee...)

5. Saat diajar di kelas. Pengajarannya asik, segar, menyenangkan, dan mudah diresapi. Waktu itu yang bu Cyn ajarkan adalah mengenai kitab Yohanes. Cara bercanda ibu itu looh, blak-blakan kata-katanya, dan bikin ketawa! Apalagi waktu diceritakan mengenai Ifan yg masuk RS swaktu pertemuan kelas pertama.. Saya ingat terus bagian itu, bagaimana sewaktu ibu di lampu merah, Ifan telepon dan bilang, "Bu, aku haus..." dan waktu tengah malam ibu dibangunkan oleh telepon Ifan yang berkata, "Bu, aku kesepian..." Hahaha... sampe sekarang pun kalau diingat, bikin ngakak..... Tapi benar, over all, pelajaran ibu menyenangkan, apalagi ujian eksegesanya, pulang sampai jam 4 sore!!! Hahahaha....

6. Saat ibu di RS seusai operasi. Tidak banyak kejadian menarik di situ, tapi yang ada rasa bersyukur karena operasi ibu berjalan lancar dan baik. Hmm, bicara kejadian menarik, yang saya ingat kami pergi kesana dalam kondisi hujan deras, waktu itu saya satu Bajaj (keren amat sih Bajaj.. Pake Taksi kek, atau mobil, atau bus, hahaha...) dengan ci Wulan, Kak Juni dan Mirna. Karena hujan deras, bgitu sampai ke depan RS, kami menunggu sejenak sampai hujan reda, karena kalau mau masuk terus ke dalam RS, bisa kehujanan. Di situ noraknya orang Indonesia keluar! Ada mesin pembuat kopi otomatis, dan kami berempat melakukan ekspedisi anak APT pada mesin itu... Mencoba2 mesinnya, ketawa-ketiwi, foto-foto di depan mesin sambil minum kopi (Udah kayak dibayar bikin iklan aja...)



Kemudian, setelah itu kami rombongan anak APT keturunan Bolang berpetualang ke kamar mayat di RS tersebut. Entah dari siapa ide aneh ini muncul, yang penting ekspedisi alam gaib kami berhasil! Tapi sayang, mayatnya keburu kabur takut sama kami semua!




Akhirnya, setelah berpetualang menunggu jam 5 (jam kunjungan pasien..), kami sampai ke kamar ibu dan saling berhaha hihi satu sama lain...






7. Inilah acara mentor bebas kedua kami, tapi pada era yang berbeda, karena personilnya berubah sudah, yaitu: Saya, Ifan, Ekaria, dan ALbert, yaitu dua adik tingkat kami. Kami pergi mengunjungi museum, pergi ke Planetarium, dan makan malam di D'cost. Pengorbanan ibu dalam perjalanan ini banyak banget, dan karenanya saya berterima kasih sebesar2nya kepada beliau atas segala kebaikannya. Setidaknya saya bisa melakukan suatu penghargaan dengan menuliskan semua hal ini untuk ibu Cyn. Oh ya, lupa sebutin! Sebelum ke Planetarium, kami mampir ke toko Guguk beli makanan guguk buat guguk ibu Cyn! (Ada rasanya loh, entah rasa stroberi, vanilla atau apa.. yang saya heran, ngapain yah makanan anjing aja pakai rasa segala?? Hahahaha,.. Memang guguk itu lucu bagai manusia yang imut2...)



8. Seandainya kami jadi ke kebun binatang, pasti akan kutulis kisah itu disini, tapi sayang sekali kebun binatang yang begitu kuidam-idamkan gagal dikunjungi! Yah, sebagai penggantinya saya tuliskan deh mengenai kemarahan ibu karena kenakalan kami jalan-jalan ke Bali.... ehm... tapi... gak usah lah, gak penting itu, hehehehe.... lagian belom ada kisah yang berhubungan langsung antara saya dengan ibu mengenai hal ini... hohoho... next time saja!!! Yang penting, I just wanna say: Maaf ya bu, kalau buat kepala ibu pusing karena hal ini!!!!!!!!!!!! Hukumannya akan kami jalankan dengan kerendahan hati kok!


Yah, akhir kata, bagi saya ibu Cynthia termasuk salah satu dosen yang spesial dari 11 dosen favoritku yang ada, dan sayangnya kami hanya dapat kesempatan diajarkan beliau satu kali! Seandainya semester ini ada lagi pelajaran beliau, pasti akan menyenangkan! Ini semester empat, akhir pembelajaran kami di kelas. Tak akan ada lagi ruang kelas APT bagi kami... namun akan tetap menjadi kenangan yang manis, indah, dan berguna pengalaman yang saya jalani di APT bersama dosen-dosen luar biasa yang sudah membantu kami berubah dalam hal kehidupan dan melangkah ke jalan yang lebih baik!!!! Terima kasih, honto ni arigato gozaimasu, toda raba, maturnuwun, maraming salamat, sinmung, xie xie, and thank you very much for everything madam Cynthiaaaaaa!!!!!!

Jumat, 14 Januari 2011

About The Top 10 Captains... Part # 3

KAPTEN No. 9: Christopher Kee



Hello Everyone... Saya mau menuliskan ungkapan kebanggaan saya kepada 10 orang dosen yang saya kagumi. Pahlawan-pahlawan Kristus ini adalah orang-orang yang terus membantu saya naik ke atas, membantu junior kecil ini untuk naik setahap demi setahap untuk menjadi semakin dewasa dalam iman, pengetahuan, dan pengalaman di dalam Kristus. Terima kasih atas segala pengajaran dan tuntunan yang kalian berikan bagiku di dalam kehidupanku walau hanya singkat saja...

Dosen Malaysia satu ini adalah yang terlucu dari semua! He is so kind and wise, dan sangat mengerti perasaan mahasiswa/i nya. Pastor Kee adalah orang yang sangat rendah hati. Dua kali aku mendapatkan kesempatan diajar oleh beliau, yang pertama yaitu saat pastor datang bersama temannya, Sir Aaron (Yang pada waktu itu membagi-bagikan "bensin dompet" pada para mahasiswa/i APT) dan yang kedua saat pastor datang sendirian dan memberikan pengajaran menarik yang berhubungan dengan terapi terhadap apa yang paling kami takuti. Itu pelajaran yang sangat menarik.

Panggilan kesukaanku padanya adalah "Mr. Chubby"(Ooops, he will get angry if I call him like that!) karena memang buatku pastor Kee terlihat tembem, ganteng, dan lucu dari sudut pandang yang baik. Beberapa kali aku sharing kepada beliau mengenai permasalahan yang kualami dan beliau pasti mau mendengarkan dan siap memberi solusi. Pernah juga satu kali Ia mengajarkan cara menyusun rancangan khotbah kepadaku. Sungguh momen yang tak akan terlupakan...

Suatu kejadian tidak menyenangkan pernah terjadi diantara kami, namun hal itu sudah tidak terlalu penting dan harus dilupakan sama sekali. Sudah hampir setahun kami tidak bertemu kembali. Entah apakah tahun ini Ia akan datang dan mengajar kami lagi? Sungguh aku akan selalu merindukan candaan, ajaran, dan teguran darinya, seorang dosen, sahabat, kawan, dan konselorku yang baik. Pastor, datanglaaah segera, sebelum habis masa-masaku di APT!!! Aku menunggumu mister chubby yang baik hati!!! Miss you sooooooooooo much!!!!!! Jesus loves you and bless you always!! ~ Sir Daniel Hanata King (Not King Kong.. hehehehhh...)

Rabu, 15 Desember 2010

About The Top 10 Captains... Part # 2

KAPTEN no. 10: Milka Ramli




Hello Everyone... Saya mau menuliskan ungkapan kebanggaan saya kepada 10 orang dosen yang saya kagumi. Pahlawan-pahlawan Kristus ini adalah orang-orang yang terus membantu saya naik ke atas, membantu junior kecil ini untuk naik setahap demi setahap untuk menjadi semakin dewasa dalam iman, pengetahuan, dan pengalaman di dalam Kristus. Terima kasih atas segala pengajaran dan tuntunan yang kalian berikan bagiku di dalam kehidupanku walau hanya singkat saja...


Bu Milka adalah sosok yang menyenangkan dan amat sangat ramah. Cara bicaranya halus, sopan, dan menyenangkan. Bahkan kalaupun Ia marah, tidak terlihat seperti sedang marah. Dosen yang satu ini sangat ingin melihat kemajuan mahasiswa yang Ia ajarkan. Terbukti jika ada yang memiliki nilai jeblok, akan dipanggil oleh beliau dan mendapatkan pengarahan khusus darinya.

Mata kuliah yang beliau ajarkan sejauh ini adalah Bahasa Inggris dan Apologetika. Tidak banyak yang senang mempelajari Inggris, namun saya dan beberapa kawan semangat dalam mempelajarinya. Walaupun terkesan singkat dan hanya seperti pengantar, tapi pelajaran ini menyenangkan dan penting buat saya. Soal Apologetika, ada mahasiswa yang menyukainya melebihi saya, dan dia mengatakan bahwa bagus sekali mendapat pengajaran dari bu Milka. Memang, dosen yang ramah ini sangat disukai mahasiswa!

Perkataan yang selalu kuingat darinya adalah ketika Ia memanggil saya dengan sebutan "Good Student". Ini harus dijadikan patokan untuk dapat maju lebih jauh lagi, dan belajar dengan lebih dahsyat lagi, agar perkataan julukan "Good Student" itu tetap boleh ada padaku. Padahal aku merasa tidak ada apa-apanya, dan selalu merasa menjadi orang yang paling payah, tetapi beberapa orang selalu mengatakan hal yang baik padaku. Kuanggap ini cara Tuhan untuk membuatku sadar bahwa aku juga berharga dan penting bagi-Nya.

Anyway, many thanks for everything, for everything you've said and taught. They are wonderful and gonna be useful in our life. Terima kasih juga untuk perangai yang selalu ceria, pribadi yang menyenangkan, dan perhatian yang besar pada kami mahasiswa APT. Saya bersyukur bisa bertemu dosen seperti ibu Milka. May God always bless your life and give you a good health to enjoy this life in His presence.... Amen.

Jumat, 10 Desember 2010

About The Top 10 Captains... Part # 1

KAPTEN No. 4 : Rohana Joshua Sutjiono



Hello Everyone... Saya mau menuliskan ungkapan kebanggaan saya kepada 10 orang dosen yang saya kagumi. Pahlawan-pahlawan Kristus ini adalah orang-orang yang terus membantu saya naik ke atas, membantu junior kecil ini untuk naik setahap demi setahap untuk menjadi semakin dewasa dalam iman, pengetahuan, dan pengalaman di dalam Kristus. Terima kasih atas segala pengajaran dan tuntunan yang kalian berikan bagiku di dalam kehidupanku...


Pertama kepada Bu Rohana Sutjiono. Pengalaman pertamaku belajar selama satu minggu bersama beliau tidak diawali dengan cukup baik, karena saya memiliki pergumulan pribadi yang mempengaruhi kualitas belajar saya. Beberapa kali saya telat masuk kuliah, dan saya akui, saya payah sekali dan memalukan di hadapan beliau.

Namun saya kagum karena bu Rohana sangat sabar sekali terhadap kelas kami yang sangat mengecewakan, dan tetap mengajar dengan senyuman yang manis. Bu Rohana memang menyandang gelar doktor dari Amerika, namun beliau sangat rendah hati dan baik sekali, piawai dalam mengajar, dan menekankan reaksi mahasiswa dalam kegiatan belajar-mengajar. Artinya, mahasiswa juga mendapat peran yang cukup banyak dan tidak hanya diam saja mendengarkan pengajaran sang dosen.

Hal yang unik dari pelajaran beliau adalah adanya tugas wawancara sebanyak dua kali, yaitu mewawancarai seorang gembala suatu gereja, dan masyarakat sekuler. Tidak heran memang, mengingat yang beliau ajarkan pada kami adalah pelajaran "Urban Ministry". Dosen satu ini sangat murah senyum, sabar, namun juga tegas. Ketegasannyapun tersembunyi di balik senyumannya, hahaha.. Benar-benar kesempatan yang luar biasa untuk mendapatkan pengajaran dari beliau.

Di penghujung hari terakhir kegiatan belajar mengajar kami, bu Rohana membawakan ke kelas kami sesuatu yang tidak kami duga, yaitu teh, kopi, dan dua kotak Dunkin Donuts! Haha, hal ini tidak akan dapat saya lupakan, "kenakalan" kami dibalas dengan kebaikan ibu yang luar biasa ini. Kejadian ini menjadikan beliau dosen ketiga yang membawakan kami makanan dan belajar sambil bersantap ria... (Dua dosen sebelumnya adalah Bapak Ongkie dan Pak Vernineto).

Tahun depan nampaknya kami akan diajar kembali oleh beliau, dan kesempatan emas ini akan kupakai untuk memperbaiki kesalahan saya sebelumnya, yaitu sering telat dan tidak disiplin. Kali ini, tidak perduli saya sedang ada masalah pribadi ataupun tidak, saya akan datang secepat mungkin setiap harinya dan belajar semaksimal mungkin... Wait and see if I can, and I have to!

Oh ya, satu nasehat yang bu Rohana berikan padaku adalah bahwa saya HARUS melanjutkan studi S1 saya dan menginjaki pendidikan yang lebih tinggi lagi. Ini akan terus saya pegang, dan saran beliau pasti akan kulaksanakan... Thanks for everything Lady Rohana! Selalu merupakan kebanggaan bagiku untuk mendapatkan pengajaran darimu... Kiranya Tuhan memberkati keluargamu, dan memberikan kesehatan padamu senantiasa. Sukseslah terus dalam pelayanan yang memuliakan nama Tuhan, GOD BLESS'!!!! ~ By: Dan Han