Tampilkan postingan dengan label SERMON FILES. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SERMON FILES. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 April 2011

RAYAKANLAH KEBANGKITANMU!


RAYAKANLAH KEBANGKITANMU!

(Lukas 24:1-35)

Tuhan kita berkuasa atas kematian, dan Dia telah bangkit! Seharusnya kita bersukacita, tetapi sayang banyak anak Tuhan malah kondisi kerohaniannya lepe-lepe, lemas, dan loyo... Padahal kebangkitan Tuhan juga turut membuat kita bangkit bersama-Nya, tapi nampaknya perayaan itu jadi rusak!

Ada beberapa faktor yang merusak perayaan kebangkitan (makna Paskah) dari orang-orang Kristen. Apa sajakah hal-hal tersebut?


1. LUPA (ayat 5-7)

Pada ayat tersebut dikisahkan mengenai wanita-wanita yang datang hendak menengok kubur Kristus tercengang dan kaget ketika melihat dua malaikat ada di kubur kosong itu. Kemudian malaikat tersebut mengingatkan kembali mereka bahwa Yesus pernah berkata Ia akan bangkit kembali dari kematian setelah hari ketiga. Namun mengapa wanita-wanita ini sampai lupa?

Peristiwa penyaliban Yesus yang begitu mengerikan pada minggu sebelumya membuat para wanita menjadi sangat trauma dan melupakan segala perkataan Yesus di Galilea (ayat 6). Tetapi Tuhan mengingatkan mereka lewat dua utusan malaikat-Nya. Jangan sampai kita menjadi seperti wanita-wanita tersebut. Mereka sempat melupakan firman Tuhan karena kesedihan yang mendalam. Tetapi bagi kita, apapun yang terjadi ingatlah selalu akan firman-Nya yang tidak pernah berubah! Ingatlah juga akan kebangkitan-Nya! Jadi, jika ingin merayakan Paskah, jangan pernah melupakan kebangkitan-Nya yang membebaskan itu, dan firman-Nya yang senantiasa menuntun kita pada jalan yang benar!


2. ADANYA HARAPAN YANG TIDAK REALISTIS (ayat 21)

Pada perikop dimana ayat ini ada, dikisahkan mengenai perjalanan dua orang menuju ke Emaus. Salah satu dari mereka adalah Kleopas. Kemudian Yesus menyatakan diri-Nya pada mereka, namun mereka tidak menyadari bahwa itu adalah Yesus. Kenapa bisa begitu? Karena Kleopas dan temannya memiliki harapan yang tidak realistis. Kleopas berharap bahwa Yesuslah yang akan menjadi Raja secara duniawi atas orang Yahudi guna membebaskan mereka dari penjajahan bangsa Romawi. Tetapi sayangnya harapan itu bukanlah harapan Tuhan Allah sendiri. Impian merusak kebahagiaan yang ada dalam harapan Kleopas dan kawannya karena hal itu tidaklah terjadi.

Karena itu, saringlah harapan kita. Berharap boleh saja, tetapi berharaplah sesuai kenyataan, yang realistis! Ubah kacamata kita menjadi kacamata-Nya Allah. Carilah optik surgawi yang terdekat lewat doa, sehingga kita bisa melihat sesuai dengan cara pandang Allah sendiri. Berlakulah sesuai dengan apa yang Yesus lakukan, dan berpikir sesuai dengan cara berpikir-Nya! Walaupun kita tinggal dalam tubuh yang duniawi, kita juga harus rohani!


3. MASALAH KETIDAK PERCAYAAN (ayat 10-11)

Para murid sempat meragukan Yesus telah bangkit, dan bahkan menganggap aneh para perempuan yang menyampaikan kabar tersebut. Saat sekarang ini juga ada beberapa orang yang meragukan kebangkitan Yesus Kristus karena konon katanya telah ditemukan makam Kristus di daerah bernama Talpiot. Orang-orang yang meragukan kebangkitan Kristus nampaknya telah padam kerohaniannya. Bagaimana dengan kita? Charge dan bakarlah kembali gairah, roh, dan passion kita kepada Tuhan! Yesus telah bangkit, karena itu bertindaklah! Jangan malah kita menjadi lelah mengikut Dia dan meragukan Dia. Sampaikanlah kabar gembira kebangkitan Kristus ini kepada mereka yang belum mengetahuinya dan milikilah iman yang tidak tergoncangkan di dalam Dia!

Jangan sampai percuma kita merayakan Paskah. Masakan Yesus sudah bangkit tetapi kita tidak bangkit? Karena itu sadarilah bahwa selagi kita merayakan kebangkitan Kristus, kita juga merayakan kebangkitan kita sendiri! Kiranya Tuhan memberkati kita semua, amin....

Ringkasan Khotbah

Pdt. Johannes Leiwakabessy, M.A.

AT-APT JAKARTA

Selasa, 26 April 2011

Selasa, 29 Maret 2011

DESERT SCHOOL

SEKOLAH PADANG GURUN
Ringkasan Khotbah: Pdt. Hudus Pardede, M.Th.




Padang Gurun adalah sebuah tempat yang tandus dan kering, jarang ada kehidupan disana, dan tidak dapat dijadikan tempat tinggal bagi manusia. Kata Ibrani dari gurun adalah “midbar”, dengan kata dasarnya “dabar” yang berarti berbicara. Ini bukanlah kebetulan, karena memang ternyata ada pesan khusus dari Tuhan yang cukup sering didapati para tokoh Alkitab di padang gurun.
Sekolah Padang Gurun juga adalah sekolah karakter. Tokoh seperti Musa, Yakub, Elia, Daud, Yohanes Pembabtis, dan bahkan Yesus sendiri pernah mengalami pembentukan unik dari Tuhan dan digodok habis-habisan di Sekolah Padang Gurun.
Di Sekolah Padang Gurun Tuhan membuat kurikulum untuk membangun kualitas karakter dalam hidup umat-Nya. Tuhan ingin kita melewati berbagai macam proses untuk menghasilkan yang terbaik. Apa saja sih kurikulum dalam Sekolah Padang Gurun?

1) Mata Pelajaran “Kegelapan”



Padang gurun adalah sebuah tempat asing, tanpa adanya rambu-rambu ataupun guide, dan malah dapat membuat kita tersesat. Musa yang berasal dari kehidupan mewah di istana Firaun harus menjadi “bukan siapa-siapa”, hanya seorang gembala dan tinggal di “Pondok Mertua Indah”.
Saya pernah mengalami kejadian mati lampu di rumah. Waktu itu istri saya sedang tidak ada di rumah, dan kedua anak saya yang masih kecil berada di dua ruang yang berbeda. Sewaktu lampu mati, mereka langsung menangis dan berteriak. Sayapun pergi meraba-raba mencari dimana lilin disimpan oleh istri saya, namun tidak ketemu! Saya baru akan melanjutkan mencarinya ketika suara kedua anak saya yang menangis begitu membuat hati si ayah ini cemas. Saya langsung mendatangi mereka satu persatu dan memeluk mereka. Kondisinya memang masih sama, yaitu gelap gulita, namun tangisan mereka sudah tidak ada lagi. Kenapa? Karena mereka merasa aman ada di dalam pelukan papa mereka. Demikian juga Tuhan ingin dalam kondisi ekstrim yang mengerikan bagi bangsa-Nya atau siapapun yang berada di padang gurun segera mencari Tuhan sebagai pertolongan mereka satu-satunya, sumber pengharapan yang abadi.
* Kompetensi yang didapat: Penyerahan total, kerendahan hati, dan pencarian akan kehendak Tuhan dengan kesungguhan hati.

2) Bidang Studi “Waktu”



Musa sempat diprsoses selama 20 tahun untuk mendewasakan dirinya agar siap dipakai Tuhan. Saya pernah memiliki teman yang ditugaskan untuk “menggembalakan” ayam peliharaan pimpinannya. Namun suatu kali ia ikut berlibur dengan kami dan meninggalkan ayam-ayam tersebut tanpa diberi makan selama dua hari. Alhasil, beberapa ayam tersebut telah berpulang ke rumah yang baka alias wafat alias Rest In Peace. Pimpinannya begitu marah dan membentaknya, “Kalau menggembalakan ayam saja kamu gak bisa, bagaimana kelak kamu mau menggembalakan manusia?!?” Belakangan teman saya mengatakan bahwa pelajaran menggembalakan itu memang sederhana, namun banyak pelajaran yang dapat diambil manfaatnya untuk penggembalaan jemaat gereja Tuhan. Bukan secara cepat kita dapat menjadi gembala manusia yang baik. Demi mencapai potensi maksimal sebagai gembala manusia, ada proses pembelajaran dengan menggembalakan ayam terlebih dahulu. Karenanya, karakter ilahi tak didapat secara otomatis dan instan.
* Kompetensi yang dihasilkan: Mengetahui “kairos” (waktu) nya Tuhan, mengasah kesabaran, mematikan ambisi dan obsesi pribadi serta mengejar tujuan ilahi.

3) Mata Kuliah “Kesepian”




Padang gurun tidak memiliki pemandangan yang menarik. Hidup terasa monoton dan terbatas serta membosankan. Tidak ada pula orang yang dapat diharapkan ketika kita butuh pertolongan. Disinilah Tuhan akan menguji kita juga dengan membiarkan kita merasakan rasa kesepian yang besar. Dapatkah kita tetap mengandalkan Tuhan saja?
Kompetensi yang didapat: Kebergantungan penuh kepada Tuhan, memiliki kebutuhan besar akan hadirat Tuhan, serta kepekaan rohani.

4) Bidang Studi “Ketidaknyamanan”



Setiap orang pastilah maunya memiliki hidup yang nyaman. Tetapi kondisi Padang Gurun justru bertolak belakang sekali, jauh dari kenyamanan hidup. Kering, panas, dan mungkin ada binatang yang berbahaya disana. Akan tetapi ketidaknyamanan yang menjadi ujian ini justru akan memunculkan reaksi yang murni. Sifat asli manusia justru akan muncul disaat ada situasi yang tidak nyaman mereka alami.
Kompetensi yang dihasilkan: Hati yang keras dihancurkan, hati yang lembut ditumbuhkan, dan belajar untuk berpadan dengan apa yang ada.

KESIMPULAN
* Padang Gurun bukanlah Tanah Perjanjian, melainkan tempat transit. Jadi jangan berhenti dan menyerah disitu.
* Masa tinggal di Padang Gurun tergantung kemampuan kita menangkap pelajarannya dan lulus dari ujiannya.
* Ingat juga bahwa ternyata Padang Gurun adalah tempat dimana mukjizat justru banyak terjadi.
* Masa singkat di Padang Gurun akan menentukan jangka panjang di perjalanan hidup, jadi bersabar dan bertekunlah di dalam Sekolah Padang Gurun!! Percaya saja bahwa Tuhan selalu menyertai kita dalam setiap keganasan kondisi Padang Gurun kehidupan kita. MAY GOD BLESS US ALL!!!


AT-APT. Tuesday, March 29th 2011
Hudus Pardede

Sabtu, 26 Maret 2011

MENEMPUH JALAN KEHIDUPAN

Ulangan 30:19-20, “Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka."



Orang-orang menempuh hidup dengan fokus kepada suatu hal. Ada yang fokus pada kebugaran tubuh, ada juga yang terfokus pada investasi saham, dll. Namun bagaimanakah seharusnya orang Kristen menjalani kehidupan ini yang sesuai dengan kehendak Tuhan?
Dalam Ulangan 30:19-20 Tuhan memperhadapkan kepada bangsa Israel kehidupan dan kematian, serta berkat dan kutuk. Namun Tuhan ingin agar kita memilih kehidupan. Jalan-jalan apakah yang harus ditempuh untuk kita dapat memperoleh kehidupan?

A. Yang pertama adalah KASIHILAH Tuhan Allahmu!
* Orang yang mengasihi Tuhan, pasti akan senantiasa mengerjakan dan melakukan semua perintah Tuhan, dan Tuhan ingin agar kita bisa melakukannya, yaitu taat dan senantiasa mengasihi Dia setiap waktu. Pada zaman itu bangsa Israel suka “terinfeksi” oleh “virus penyembahan berhala” yang dilakukan oleh bangsa-bangsa kafir di sekitar mereka. Karena itu, dengan perintah untuk mengasihi Tuhan itu berarti tidak lagi ikut menyembah berhala dan menjadi murtad kepada-Nya, melainkan beribadah dengan tekun kepada-Nya.
* Mengasihi Tuhan juga dapat dilakukan dengan terus setia kepada Tuhan apapun keadaannya, dan tidak pernah menyangkal Tuhan dalam situasi terburuk apapun. Loyalitas kepada Tuhan adalah bukti kita mengasihi Dia.

B. Yang kedua adalah MENDENGAR suara Tuhan!
Tuhan dapat berbicara kepada kita lewat berbagai cara. Bisa secara direct maupun indirect. Bagaimana saja cara Tuhan berbicara kepada kita?
* Tuhan dapat berbicara secara langsung, secara audible. Ada beberapa orang yang dapat mendengar suara Tuhan secara langsung, dan Tuhan berkenan memanngil namanya dan berbicara kepadanya. Yang harus kita lakukan adalah mentaati segala perintah yang Ia katakan kepada kita.
* Tuhan dapat berbicara lewat suara hati kita. Terkadang Tuhan juga memakai cara ini, yaitu ketika rasanya kita ingin sekali melakukan sesuatu dan kita merasa harus melakukannya. Tuhan yang menggerakkan kita dan kitapun harus taat pada-Nya.
* Tuhan dapat berbicara lewat khotbah para hamba Tuhan. Suatu kali, selesai berkhotbah saya didatangi oleh seorang pemuda yang berkata bahwa dua tahun silam dia pernah mendengar khotbah saya mengenai pengampunan dan pada malam itu juga dia langsung pergi mencari ayahnya yang telah meninggalkan dia dan ibunya, kemudian langsung melepaskan pengampunan.
Pernah juga suatu kali selesai saya berkhotbah seorang ibu mendatangi saya dan berkata jika saja saya tidak berkhotbah hari itu, besok senin ia akan bunuh diri. Namun sebelumnya ia berkata kepada Tuhan, jika Tuhan tidak berbicara padanya di dalam ibadah minggu itu, ia akan mengakhiri hidupnya. Dan benar saja, lewat khotbah saya, Tuhan menyampaikan pesan-Nya secara tidak langsung yang mengenai permasalahan ibu itu. Luar biasa! Tuhan dapat memakai semua hamba-Nya sebagai penyampai pesan-Nya kepada siapapun.
* Tuhan juga dapat berbicara lewat Firman Tuhan. Bacalah Alkitab tiap hari, temukan apa keinginan Tuhan bagi kita lewat firman-Nya. Terkadang disaat kita sedang dalam masalah dan sepertinya tidak ada yang dapat mengerti kita, Tuhan dapat berbicara lewat firman-firman yang terkandung di dalam Alkitab kita. Karena itu, jangan pernah lalai merenungkan firman-Nya, dan bagikanlah itu kepada orang lain juga!

C. Yang ketiga adalah selalu BERPAUT kepada Tuhan!
Dengan berpaut kepada Tuhan berarti bahwa kita membutuhkan-Nya. Banyak orang yang berpaut pada Tuhan lewat berbagai cara, seperti:
* Lewat Doa. Ada orang yang dapat berdoa selama tiga sampai empat jam, atau bahkan lebih. Orang-orang seperti ini merasa dapat mendekat kepada Tuhan dan merasakan hadirat-Nya lewat doa. Lewat doa ia mampu merasakan kasih Tuhan yang menjamah hidup-Nya.
* Lewat Karya. Namun ada juga orang yang tidak dapat berdoa barang setengah jampun. Tetapi, jika disuruh melakukan pelayanan, ia sangat bersemangat. Orang-orang seperti ini dapat merasakan Tuhan lewat karya pelayanan yang mereka berikan. Apapun pelayanannya, selama itu memuliakan nama Tuhan, ia akan dengan ketulusan dan kebahagiaan melakukannya.
* Lewat Event. Ada juga orang yang mampu merasakan kedekatan dengan Tuhan lewat event-event yang diadakan oleh gereja. Entah apakah itu KKR, atau retreat, camp rohani, atau rapat apapun yang berhubungan dengan kemajuan gereja, ia akan dengan semangat menggebu-gebu mengikutinya. Kalau perlu, ia sendirilah yang menjadi pencetus ide event tersebut.
* Lewat Amal. Bunda Theresa berkata bahwa ia dapat melihat wajah Yesus lewat orang-orang yang kelaparan, membutuhkan uang, miskin, ataupun yang mengalami penyakit mematikan. Orang tipe ini adalah orang yang selalu berpaut kepada Tuhan lewat perbuatan amal. Mereka akan senang menyumbang, memberi kepada yang membutuhkan, dan mengasihi kaum yang terbuang oleh dunia karena kemiskinan.
Termasuk orang yang seperti apakah kita tidak menjadi masalah, yang penting Tuhan mau agar kita tetap setia dan berpaut kepada-Nya, serta senantiasa mendengarkan dan taat kepada perintah-Nya. Milikilah kehidupan yang penuh pengharapan bersama Tuhan kita Yesus Kristus. Kiranya Allah Bapa memberkati kita semua, amin!


Ringkasan khotbah Ps. Gordon Simaremare,
Minggu, 27 Februari 2011

Minggu, 20 Maret 2011

Menjadi Orang Yang Diperhitungkan Tuhan


Lukas 7:1-10
"Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum. Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati.Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya.Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: "Ia layak Engkau tolong,sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami." Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: "Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya." Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!" Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali"

Bagaimanakah caranya agar kita dapat menjadi orang-orang yang diperhitungkan Tuhan sebagai anak-Nya yang setia dan penuh iman? Dalam kisah seorang perwira yang memiliki hamba yang sakit keras kita dapat menyimpulkan tiga hal yang dapat kita lakukan untuk menjadi orang-orang yang diperhitungkan Tuhan:

Pertama, jika Anda memiliki masalah, datanglah pada Kristus!
Sama seperti perwira yang menyadari bahwa sumber pertolongan pertama hanyalah pada Yesus, sehingga ia menyuruh beberapa tua-tua Yahudi untuk meminta kesembuhan dari Yesus. Kita pun harus selalu menjadi orang yang mengandalkan kekuatan Tuhan! Berdoalah bagi tiap masalah kita, dan doakan juga setiap masalah orang lain...!

Kedua, Sadarilah bahwa ada kuasa di balik perkataan Tuhan!
Orang-orang Kristen sekarang ini banyak yang terpaku kepada figur, media, ataupun ornamen-ornamen yang bisa membuat mereka beriman. Mereka hanya mau di doakan oleh pendeta tertentu karena mereka pikir urapannya dahsyat. Ada juga yang tidak mau di doakan kalau tidak memakai minyak urapan. Memang semua itu tidak salah, namun adalah jauh lebih baik jika kita beriman tanpa menggunakan media apapun. Percayalah bahwa Yesus sendiri punya kuasa untuk menolong kita tanpa media yang berupa apapun!

Ketiga, Kita harus tahu mengenai hukum otoritas!
Si perwira menyadari bahwa ia memiliki bawahan yang akan tunduk pada segala perintahnya. Demikian pula ia sadar bahwa dirinya dan orang-orang lain adalah bawahan Yesus Kristus sendiri, dan kuasa apapun takluk pada-Nya. Karena itu ia percaya, bahwa Yesus yang memiliki otoritas atas segalanya itu mampu memusnahkan penyakit yang sedang di derita hambanya. Karena itu, sadarilah juga hal ini dan mari kita berserah penuh pada Sang Penguasa tertinggi yang murah hati itu.

Saudara-saudaraku, izinkanlah Yesus bekerja untuk menyatakan kuat kuasa-Nya di dalam setiap kehidupan kita, Tuhan Yesus memberkati!

Ringkasan khotbah Ps. Gordon Simaremare

Senin, 28 Februari 2011

TUHAN PEGANG KENDALI

Terkadang kita merasa memiliki beban yang berat dan tidak tahu harus melakukan apa dan bagaimana. Kita berpikir, bergumul, dan berkutat dengan diri sendiri mengenai permasalahan hidup kita tanpa menyadari bahwa sesungguhnya ada Pribadi yang luar biasa yang berkuasa dan yang ajaib yang sedang memegang kendali atas hidup kita. Siapakah Dia? Tuhan, Allah kita!
Namun, disaat apa sajakah Tuhan memegang kendali atas hidup kita?

1. Disaat Tuhan memberikan kita suatu tugas ataupun proyek.
Kejadian 7:16, “Dan yang masuk itu adalah jantan dan betina dari segala yang hidup, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh; lalu TUHAN menutup pintu bahtera itu di belakang Nuh.”

Dari kisah Nuh yang sudah sangat terkenal, kita dapat melihat jelas bagaimana Tuhan campur tangan dalam kehidupan Nuh. Dikatakan bahwa setelah bahtera selesai dibuat dan semua penghuninya masuk ke dalam, Tuhan sendiri yang menutup pintu bahtera tersebut. Pintu itu berada di lambung kapal, dan ada kemungkinan akan tersisa celah bila Nuh yang menutupnya sendiri. Jika itu terjadi, air bisa masuk ke dalam bahtera dan menenggelamkannya. Tapi lihatlah bahwa Tuhan selalu menyertai Nuh.
Demikian pula setelah Nuh berada diatas bahtera dan mengambang tanpa arah dan tujuan, secara ajaib tangan Tuhan menyurutkan air bah tersebut sehingga Nuh dapat mendarat di gunung Ararat dengan aman. Ketika kita diberikan suatu proyek besar oleh Tuhan yang memiliki banyak resiko, (Seperti Nuh yang menerima resiko dicela orang-orang sebangsanya karena membuat bahtera walau tak ada hujan, dan resiko rasa lelah yang luar biasa karena bahtera raksasa itu dibuat dalam waktu 100 tahun dan dikerjakan oleh kurang dari 10 orang) percayalah bahwa Tuhan akan selalu membantu dan menyertai kita walaupun kita merasa mengambang tanpa arah dan tujuan, suatu saat Tuhan akan membuat tujuan kita menjadi jelas seperti yang Dia perbuat pada Nuh dan keluarganya.

2. Disaat seseorang diminta Tuhan keluar dari zona nyamannya.
Kejadian 15:1, “Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar."”

Pernahkah anda pergi dari daerah, atau rumah sendiri yang sudah begitu nyaman dan menuju suatu tempat yang belum diketahui dengan jelas kondisi dan lingkungannya? Itulah yang dialami Abram, yang kelak namanya menjadi Abraham. Tuhan memerintahkannya untuk keluar dari zona nyamannya, yaitu daerahnya sendiri menuju suatu tempat yang belum Ia ketahui jelas kondisinya. Namun disini Abram taat dan Tuhan memperhitungkannya sebagai kebenaran. Walaupun pasti ada rasa cemas dan khawatir dalam dirinya, Abram tetap menurut kepada Tuhan.
Bagaimana dengan kita? Seandainya anak kita bersekolah ke luar negeri, adakah rasa cemas dalam diri kita? Seandainya kita terpaksa untuk pindah rumah ke tempat lain, adakah kekhawatiran dalam diri kita? Ingatlah bahwa seharusnya sebagai orang percaya kita selalu memiliki Allah yang memegang kendali hidup kita! Dalam masalah apapun, ingat saja kepada Tuhan, dan percaya selalu kepada-Nya! Ia tahu yang terbaik dalam hidup kita, sebab Ialah Pencipta dan Pengontrol hidup kita!

3. Disaat hidup kita ada pada posisi yang tidak sepantasnya.
Kejadian 37: 23-24, “Baru saja Yusuf sampai kepada saudara-saudaranya, mereka pun menanggalkan jubah Yusuf, jubah maha indah yang dipakainya itu. Dan mereka membawa dia dan melemparkan dia ke dalam sumur. Sumur itu kosong, tidak berair.”

Saudara mengetahui kisah Yusuf? Ya, dialah anak emas dari Yakub yang selalu mendapatkan perlakuan istimewa dari ayahnya karena dia adalah anak dari istri kesayangannya, Rahel, yang meninggal sewaktu melahirkan Benyamin. Anak ini selalu mendapatkan perlakuan manis dari ayahnya sehingga membuat saudara-saudaranya yang lain menjadi iri. Singkat cerita Yusuf dibuang ke sumur, dijual, dan menjadi kepala budak di rumah Potifar. Namun Ia dituduh dengan kejam oleh istri Potifar, dan akhirnya dipenjarakan. Yusuf yang sebenarnya baik itu mendapat perlakuan tidak baik dari orang-orang di sekitarnya, dan berada dalam posisi yang tidak sepantasnya serta terintimidasi.
Bagaimana jika kita yang mengalami kondisi tidak nyaman ini? Dapatkah kita tetap berpegang teguh kepada Tuhan dan melakukan kehendak-Nya, yaitu untuk senantiasa setia dan percaya kepada-Nya? Yusuf tetap setia kepada Tuhan, sehingga Ia diangkat mengepalai penjara, dan pada akhirnya lewat seorang juru minum raja yang dipenjara, Yusuf direkomendasikan untuk menafsirkan mimpi raja Firaun dan berkuasa atas seluruh tanah Mesir. Percayalah bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik dalam hidup kita selama kita percaya akan Dia yang memegang kendali penuh atas kita! Tuhan Yesus memberkati!!!


A preach from Ps. Gordon Simaremare