Tampilkan postingan dengan label Minor Prophets' Reflections. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Minor Prophets' Reflections. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Maret 2011

REFLECTION FROM MINOR PROPHETS PART 12: MALACHI


PART 12. MALEAKHI

PEACEFUL RAYS OF HOPE


Maleakhi 4:2-3, ”Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang. Kamu akan menginjak-injak orang-orang fasik, sebab mereka akan menjadi abu di bawah telapak kakimu, pada hari yang Kusiapkan itu, firman TUHAN semesta alam.”

Beban hidup ini begitu menghimpit kita, masalah-demi masalah melanda hidup kita bagaikan ombak yang tidak pernah berhenti menghantam jiwa. Kesedihan, kesengsaraan, penderitaan, dan dukacita rasanya terus kita alami di tiap episode kehidupan kita. Otak yang harus terus bekerja keras bagaikan mesin, keringat yang harus terus bercucuran dan kebutuhan yang tidak terpenuhi tidak jarang membuat kita depresi dan lelah untuk hidup, sehingga banyak yang mengambil jalan pintas menuju kebinasaan, yaitu bunuh diri. Banyak dari kita mungkin yang akan bertanya, ”Mengapa hatiku kosong? Apa yang seharusnya memenuhi hati kita?”
Tuhan lah jawabannya. Dialah Surya Kebenaran yang akan terbit bagi kita dan membawa kesembuhan pada sayap-Nya. Dia sanggup menyembuhkan duka kita, kemarahan kita, kebosanan kita, keletihan kita, sakit-penyakit kita, maupun memulihkan kondisi kita yang sudah terpuruk jatuh. Dialah Sinar Pengharapan yang penuh kedamaian dalam hidup kita.
Mendekatlah pada Allah Bapa kita, dan akan kita temukan damai sejahtera. Mendekatlah kepada Yesus Kristus Tuhan kita, dan akan kita temukan kekuatan baru. Mendekatlah kepada Roh Kudus Penolong kita, dan akan kita temukan penghiburan. Dialah sumber kemenangan, pengharapan, dan perisai hidup kita. Dia menjanjikan keadilan bagi kita, dan setiap orang yang berlaku jahat pada kita takkan terus hidup dalam kejayaannya selama dia tidak bertobat. Pada waktunya nanti orang-orang benar akan menginjak-injak orang-orang fasik sehingga menjadi seperti debu di bawah telapak kaki mereka.
Takutlah akan Tuhan, maka Surya Kebenaran itu akan hadir bagi kita di dalam kehidupan kita, membawa kedamaian dan pengharapan besar akan hidup yang penuh sukacita dan kebahagiaan yang melimpah. Tuhan sangat mengasihi kita anak-anak-Nya, dan selalu senantiasa merindukan kita datang kepada-Nya. Kiranya berkat yang daripada-Nya selalu ada bagi kita di dalam kehidupan kita. Milikilah kehidupan yang penuh kelimpahan di dalam-Nya, dan biarkanlah Sang Sinar Pengharapan yang penuh kedamaian itu datang dan memeluk kita serta menghilangkan segala duka kita. Yesus mengasihi kita semua!

Ku tahu Bapa adalah Allah yang penuh dengan kasih sayang...
Ku tahu Yesus adalah Tuhan yang penuh keadilan...
Ku tahu Roh Kudus adalah Penolong sejatiku di dalam hidupku...
Pada-Mulah aku berharap, pada-Mulah aku berdoa...
Kasih-Mu, keadilan-Mu, dan pertolongan-Mu membawa damai bagiku...
Biarkanlah aku keluar dari kepenatan hidup, dan menjumpai-Mu o Kekasih hatiku...
Dan selama-lamanya aku akan terus memuji dan menyembah-Mu, Tuhan dan Rajaku...
Halleluya... Amin...


Created date: Saturday, December 4th 2010



......................................................................



PART 12. MALACHI

Peaceful RAY OF HOPE






Malachi 4:2-3, "But unto you that fear my name shall the Sun of righteousness arise with healing in his wings; and ye shall go forth, and grow up as calves of the stall. And ye shall tread down the wicked; for they shall be ashes under the soles of your feet in the day that I shall do this, saith the LORD of hosts"


Living loads are so choke us, many problems plagued our life like the waves that never stopped hitting us. Sorrow, misery, suffering and grief always there in every episode of our lives. The brain that must continue to work hard like machine, continuing poured sweat and unmet need was oftentimes made us depressed and tired for life, so many are taking a shortcut to destruction, which is suicide. Many of us may be asking, "Why does my heart is empty? What was supposed to satisfy our hearts?"

God is the answer. He is Sun of righteousness that will be arise for us and bring healing in His wings. He can heal our grief, our anger, our boredom, our exhaustion, sickness and disease, and also restore our condition that have been dropped down. He was the ray of hope that full of peacefulness in our lives.

Come closer to God our Father and we will find peace. Come closer to Jesus Christ our Lord, and we will find new strength. Come closer to the Holy Spirit our Helper, and we will find consolation. He is the source of victory, hope, and shield for our lives. He promised justice for us, and every person who did evil deeds to us will not always live in glory and happiness as long as they do not repent. When the times is right, righteous men shall tread down the wicked to be like dust under the soles of their feet.

Fear of the Lord, then The Sun of Truth will come to us in our lives, bring peace and great hope of joyful life and abundant happiness. God loves us His children, and always always longed for us to come to Him. May His blessings are always there for us in our lives. Have a life full of abundance in Him, and let the rays of hope and peace come and embrace us and remove all our sorrows. Jesus loves us all!

I know God the Father filled with love ...
I know Jesus is the God of justice ...
I know the Holy Spirit is the Helper of my life ...
On-thy I hope, on-thy I pray ...
Thy love, thy justice, and thy help bring peace to me ...
Let me out of the fatigue life, and meet the Beloved of my heart ...
And forever I will continue to praise and adore Thee, God and my King ...
Hallelujah ... Amen ...



Created date: Saturday, December 4th 2010

Jumat, 04 Maret 2011

REFLECTION FROM MINOR PROPHETS PART 11: NAHUM

PART 11. NAHUM

CINTA DAN KEDISIPLINAN




Nahum 1:3, ” TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah. Ia berjalan dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kaki-Nya.”

Kita tahu bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah yang penuh kasih sayang. Ia sangat baik, sabar, Pengampun, dan kasih setia-Nya kepada umat-Nya kekal sampai selamanya. Tidak ada yang sanggup menandingi kasih sebesar itu. Kasih Allah yang adalah kasih agape, sangat jarang ditemukan di antara umat manusia!

Namun kita juga harus tahu bahwa Allah itu disiplin. Disiplin dalam artian tidak mentolerir adanya dosa di dalam kehidupan kita. Jika kita terlarut-larut santai dalam kegiatan dosa kita, lihatlah, kelak Tuhan akan menghukum kita ketika kita tidak mau mengambil keputusan untuk bertobat. Tuhan tidak senang moral anak-Nya dirusak oleh iblis dengan dijebak untuk berbuat dosa.

Tuhan adalah penuh kasih, namun sekali lagi, Ia juga amat tegas dan disiplin. Berkat yang berlimpah pasti Ia berikan pada mereka yang setia dan mengasihi-Nya. Namun murka-Nya juga akan turun bagi mereka yang telah memalingkan wajahnya dari Tuhan dan memisahkan Tuhan dengan tembok dosa yang tebal dan kokoh.

Kembalilah, hai orang berdosa, kembalilah kepada Tuhan Sang Pencipta, kembalilah dan sembahlah hanya Dia. Taatilah dan kasihilah Tuhan, Allah kita! Jangan mendukakan hati-Nya, melainkan hiburlah selalu!

Sesungguhnya Tuhan kita mengasihi kita secara luar biasa. Darah dan kayu salib menjadi bukti abadi cinta kasih-Nya. Tetaplah dekat pada Tuhan, dan jadilah penurut-penurut Allah yang mengasihi Dia senantiasa. Jauhilah murka-Nya, dan carilah kasih-Nya!





Created date: Monday, February 21st 2011

............................................................................

PART 11. NAHUM

LOVE AND DISCIPLINE



Nahum 1:3 The LORD is slow to anger, and great in power, and will not at all acquit the wicked: the LORD hath his way in the whirlwind and in the storm, and the clouds are the dust of his feet.





We know that the God we worship is a loving God. He was very kind, patient, forgiving, and His mercy to His people shall stand forever. No one can compare His great love. God's love is an agape love, very rarely found among mankind!

But we also must know that God has discipline. Discipline in the sense not tolerate sin in our lives. If we stand still relaxing in the activities of our sins, behold, one day God will punish us when we do not want to take the decision to repent. God does not like his children morals corrupted by the devil by being set up to sin.

God is loving, but again, he is also very strict and disciplined. An abundant blessings will be sure He gave to those who are loyal and love Him. Yet his wrath will come down to those who have turned away from God and separate God with a thick and sturdy wall of sins.

Come back, O sinner, come back to Lord God the Creator, come back and worship only Him. Obey and love the Lord our God! Do not grieve His heart, but always make Him happy!

Surely our Lord loves us tremendously. Blood and the cross is evidence of His eternal love. Stay close to God, and be the follower of God who loves him always. Stay away from His wrath, and look for His love!


Created date: Monday, February 21st 2011

Senin, 21 Februari 2011

REFLECTION FROM MINOR PROPHETS PART 10: OBADIAH


PART 10. OBAJA

I LOVE MY BROTHERS

Obaja 1:3-4, ”Keangkuhan hatimu telah memperdayakan engkau, ya engkau yang tinggal di liang-liang batu, di tempat kediamanmu yang tinggi; engkau yang berkata dalam hatimu: "Siapakah yang sanggup menurunkan aku ke bumi?" Sekalipun engkau terbang tinggi seperti burung rajawali, bahkan, sekalipun sarangmu ditempatkan di antara bintang-bintang, dari sana pun Aku akan menurunkan engkau, -- demikianlah firman TUHAN.”

Ayat diatas mengisahkan mengenai murka Tuhan atas Edom karena keangkuhannya. Edom adalah bangsa yang terbentuk dari Esau. Kita ketahui bagaimana pada jaman sebelumnya Esau melakukan banyak hal yang salah sebagai anak sulung, dan karenanya dia kehilangan berkat kesulungannya. Esau menganggap remeh hak kesulungan, dan Yakub yang lebih pantas menerimanyapun mencurinya.




Akhirnya Esau yang menikah dengan beberapa istri dari bangsa yang tidak mengenal Tuhanpun menjadi sebuah bangsa yang buruk kelakuannya, dan tidak pernah akur dengan bangsa Israel.
Memang Esau dan Yakub sudah semoat berbaikan dan menjalin kasih persaudaraan yang manis, namun apa daya, ternyata keturunan mereka tidak bisa menjadi dua bangsa yang saling mengasihi, melainkan senang berperang satu sama lain. Tapi dalam hal ini, Edomlah yang sering mencari masalah dengan Israel.
Akhirnya lewat nabi Obaja, Tuhan menubuatkan kehancuran bangsa Edom. Tuhan murka terhadap Edom dan mengatakan bahwa Ia akan menurunkan Edom seberapa tingginyapun Edom telah naik, dan seberapa makmurnyapun bangsa tersebut.
Tidak ada ampun lagi bagi bangsa ini. Tuhan akan benar-benar menghukumnya. Kenapa? Karena Edom tidak pernah membantu Israel ketika mereka butuh pertolongan. Edom tidak membantu Israel ketika bangsa lain menyerang mereka, malah Edom ikut merampasi Israel dan memerangi saudaranya itu. Ini bukanlah itikad seorang saudara yang baik, namun sangat busuk. Karena tidak ada tali persaudaraan kasih dengan Israel lagi, maka hancurlah Edom.
Kita harus senantiasa memiliki kasih kepada saudara-saudara kita. Kita harus bisa menjadi penolong ketika mereka benar-benar membutuhkan, dan selalu medorong mereka untuk maju. Jangan pernah memandang rendah mereka seperti yang Edom lakukan terhadap Israel (Obaja 1:12). Bukankah Yesus memerintahkan kita untuk mengasihi sesama kita manusia dan memaafkan saudara kita yang berdosa pada kita sampai tujuh puluh kali tujuh kali? Mulailah mengasihi saudara-saudara kita sendiri dengan ketulusan dari sekarang sampai selama-lamanya. Say it: “I love you my brother!” Kiranya Tuhan memberkati kita semua!


Kita muncul dari kandungan yang sama
Kita dilahirkan dengan kasih dan cinta
Kita memiliki orangtua yang sama
Kita ada untuk saling membantu selamanya
Kiranya Tuhan selalu ada menyertai dan memberkati kita senantiasa




Created date: Monday, February 21st 2011


...................................................................

PART 10. OBADIAH

I LOVE MY BROTHERS


Obadiah 1:3-4, "The pride of thine heart hath deceived thee, thou that dwellest in the clefts of the rock, whose habitation is high; that saith in his heart, Who shall bring me down to the ground? Though thou exalt thyself as the eagle, and though thou set thy nest among the stars, thence will I bring thee down, saith the LORD."




The above paragraph tells about the wrath of God upon Edom because of their arrogance. Edom was the nation formed from Esau. We know how in the days before Esau did many things wrong as the firstborn, and therefore he lost his blessing. Esau underestimate his birthright, and Jacob who is more worthy to received it, stole it.
Finally Esau who was married to several wives of the people who do not know the Lord will becoming a nation with bad behavior, and never got along with the nation of Israel.
Indeed, Esau and Jacob had already been made up a sweet brotherly love, but unluckily, their descendants can not be two nations who love each other, but always have a war with one another. But in this case, Edom was the one who often causing the problem with Israel.
Finally, through the prophet Obadiah, God foretold the destruction of Edom. Lord got angry against Edom and said that he would bring them down no matter how high Edom has risen, and how prosper the nation are.
There is no mercy for this nation. God really punished them. Why? Because Edom never help Israel when they needed help. Edom did not help Israel when other nations attacked them, even Edom joined other nations to bring chaos to his brother. Edom wasn't a good brother.
We must always have love with our brothers. We must be a relief when they really need us, and always encouraging them to go forward. Do not ever look down on them like what Edom did to Israel (Obadiah 1:12). Did not Jesus commanded us to love our fellow human beings and forgive our brothers who sinned against us seventy times seven times? Begin to love our brothers with sincerity from now until forever. Say it: "I love you my brother!" May God bless us all!


We emerged from the same womb
We are born with love and love
We have the same parents
We exist to help each other forever
May God always be with and bless us always



Created date: Monday, February 21st 2011

Rabu, 19 Januari 2011

REFLECTION FROM MINOR PROPHETS PART 9: ZAKHARIA

PART 9. ZAKHARIA

THE ENVY MONKEY




Zakharia 7:8-10, ”Firman TUHAN datang kepada Zakharia, bunyinya: "Beginilah firman TUHAN semesta alam: Laksanakanlah hukum yang benar dan tunjukkanlah kesetiaan dan kasih sayang kepada masing-masing! Janganlah menindas janda dan anak yatim, orang asing dan orang miskin, dan janganlah merancang kejahatan dalam hatimu terhadap masing-masing."


Banyak hal positif yang dapat dipetik dari ayat diatas, contohnya seperti bertindak sesuai hukum, berlaku setia, memiliki kasih terhadap sesama, dan melakukan kebaikan bagi orang-orang miskin. Namun kita akan mengambil sedikit pemahaman yang lain dari firman Tuhan yang datang kepada nabi Zakharia ini, dan menyoroti kalimat janganlah merancang kejahatan dalam hatimu terhadap masing-masing.
Untuk apa sebenarnya seseorang merancangkan hal jahat terhadap sesamanya? Pastilah banyak penyebabnya, namun hal yang paling umum untuk sesorang menimbulkan pikiran jahat dalam otaknya terhadap sesamanya adalah perasaan iri hati. Adalah seekor kera bernama Shift, dan karakter kera ini muncul di dalam buku terakhir serial novel anak karangan C.S. Lewis, The Chronicles of Narnia: The Last Battle.
Jika berbicara mengenai Narnia, sudah pasti kera ini adalah kera yang dapat berbicara. Dalam novel fantasi yang bertemakan unsur kekristenan ini Shift muncul sebagai kera yang merasa iri terhadap sang singa agung pencipta dunia Narnia. Shift ingin menguasai Narnia dengan cara mendandani seekor keledai bodoh dengan kulit singa dan menjadikannya Aslan palsu. Dengan memanfaatkan si keledai, Shift membuat warga Narnia percaya bahwa Aslan dan Tash, dewa bangsa Calormen adalah satu. Di penghujung dunia Narnia yang sudah mendekati ’kiamat’ ini keadaan menjadi kacau dengan adanya Shift. Namun akhirnya kera ini tewas dalam kesia-siaan akibat perasaan iri hatinya yang tidak berguna itu.
Keberhasilan seseorang, kesuksesan mereka, perlakuan tidak adil, maupun berbagai macam hal lainnya terkadang membuat kita menjadi iri hati terhadap seseorang dan ingin mencelakakannya, memusuhinya, menjelek-jelekkan namanya, maupun hanya sekadar berpikir supaya dia memiliki hidup yang penuh penderitaan. Namun tanpa kita sadari hal tersebut hanya akan membawa kerugian bagi diri kita sendiri. Karena hal jahat apapun yang muncul di pikiran kita hanya akan membuat kita kesulitan, stress, penuh kedengkian, dan menambah dosa. Ingatlah bahwa iri hati sama sekali bukanlah hal yang Tuhan ingin kita munculkan dalam hati kita. Iri hati tidak akan membuat kita mencapai apa yang kita inginkan, iri hati tidak akan pernah membuat kita terpuaskan, dan iri hati tidak akan pernah menyelesaikan masalah kita.
Ingatlah bahwa Shift yang malang mati dalam iri hatinya yang jahat, dan dia tidak pernah mencapai keinginannya untuk menguasai Narnia. Jika kita mengikuti apa yang Shift lakukan, maukah kita dijuluki ”Shift, sang kera bodoh”? Jangan sampai kita menjadi seperti kera tersebut, melainkan jadilah seperti Kristus, bersinar dan penuh kasih sayang seperti yang ada dalam pasal 7:9 kitab Zakharia ini. Tuhan berkati berlimpah!

Iri hati bukanlah solusi, iri hati hanya membawa dengki.
Iri hati timbul karena emosi, dan mengotori hati kita yang suci.
Namun kasih menyegarkan jiwa, membawa sukacita.
Dan kasih dikehendaki Allah kita, serta membawa suasana surga.


Created date: Saturday, December 4th 2010

.....................................................................

PART 9. ZECHARIAH

THE ENVY MONKEY





Zechariah 7:8-10, "And the word of the LORD came unto Zechariah, saying, Thus speaketh the LORD of hosts, saying, Execute true judgment, and shew mercy and compassions every man to his brother: And oppress not the widow, nor the fatherless, the stranger, nor the poor; and let none of you imagine evil against his brother in your heart."


Many positive things can be learned from the paragraph above, for example is like to act according to laws, valid loyalty, has a love for others, and do good for poor people. But we'll take another little understanding of the word of God who came to the prophet Zechariah, and highlight the sentences do not design the evil in your hearts against each other.
For what actually someone designed evil things against each other? Surely many causes, but the most common for someone raises an evil thought in his brain against each other is the feeling of envy. There was a monkey named Shift, and the character of this monkey appeared in the latest book series of children novels written by C.S. Lewis, The Chronicles of Narnia: The Last Battle.
When talking about Narnia, it is certainly that this monkey is a talking monkey. In this fantasy novel that contained the element of Christianity, Shift appeared as a monkey who feel jealous of the creator of Narnia, The lion Aslan. Shift wanted to be the king of Narnia, so he dressing a fool donkey with a lion's skin and made a fake Aslan. By utilizing the donkey, Shift makes people believe that Aslan and the god of Calormen nation, Tash, is one. At the end of the world of Narnia, the situation became more chaotic with the presence of Shift. But ultimately this monkey died in vain due to envy in his heart that was useless.
The success of a person, unfair treatment, as well as various other things sometimes make us envious of someone and want to harm, hostile, bad-mouth his name, or just simply hoping that he will has a life full of suffering. But we don't realize that it will only bring harm to ourselves. Because any evil things that arise in our minds only make us difficult, stressful, and maybe do a sinful thing.
Remember that jealousy is not at all the things God wants us to have in our hearts. Jealousy will not make us achieve what we desire, jealousy will never make us satisfied, and jealousy will never solve our problems.
Remember that Shift got an unfortunate death by the wicked of his envious heart, and he never achieved his desire to rule over Narnia. If we follow what the Shift did, do we wAnt to become like him, "Shift, the foolish monkey"? Let us not be like the monkey, but be like Christ, shining and full of love like what the paragraph from the book of Zechariah told us. God bless' abundantly!

Jealousy is not a solution, just bring spiteful envious.
Refresh your soul, bring the joy, so the atmosphere of paradise came to our heart.

Created date: Saturday, December 4th 2010

Kamis, 13 Januari 2011

REFLECTION FROM MINOR PROPHETS PART 8: HAGAI





PART 8. HAGAI

GEREJA = BERKAT


Hagai 2:16-20, ”Maka sekarang, perhatikanlah mulai dari hari ini dan selanjutnya! Sebelum ditaruh orang batu demi batu untuk pembangunan bait TUHAN, bagaimana keadaanmu? Ketika orang pergi melihat suatu timbunan gandum yang seharusnya sebanyak dua puluh gantang, hanya ada sepuluh; dan ketika orang pergi ke tempat pemerasan anggur untuk mencedok lima puluh takar, hanya ada dua puluh. Aku telah memukul kamu dengan hama dan penyakit gandum dan segala yang dibuat tanganmu dengan hujan batu; namun kamu tidak berbalik kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN. Perhatikanlah mulai dari hari ini dan selanjutnya -- mulai dari hari yang kedua puluh empat bulan kesembilan. Mulai dari hari diletakkannya dasar bait TUHAN perhatikanlah apakah benih masih tinggal tersimpan dalam lumbung, dan apakah pohon anggur dan pohon ara, pohon delima dan pohon zaitun belum berbuah? Mulai dari hari ini Aku akan memberi berkat!”

Hagai menuliskan suatu perkataan dari Tuhan yang mengingatkan kita betapa pentingnya keberadaan gereja di manapun gereja tersebut berada. Memang yang disebutkan di ayat ini bukanlah gereja, namun bait Tuhan adalah tempat ibadah orang Israel zaman dahulu, dan kegunaannya persis dengan gereja masa sekarang. Tuhan menjelaskan kepada bangsa Yehuda lewat Hagai bahwa sebelum bait Tuhan dibangun kembali, keadaan mereka sama sekali tidaklah baik. Mereka kekurangan bahan makanan dan diserang wabah hama penyakit sehingga kondisi mereka tidak baik sama sekali. Segala sesuatu tidak menjadi lebih baik dari yang seharusnya.
Namun ketika dasar bait Tuhan diletakkan, segala sesuatu berangsur-angsur membaik. Tuhan memulihkan segala macam kondisi buruk yang ada dan menjadikannya baik. Lalu, apakah pada zaman sekarang ini keberadaan gereja telah menjadi berkat bagi orang-orang di sekitarnya? Gereja yang dimaksud bukanlah gedungnya, melainkan perkumpulan orang-orang percaya yang berdoa, memuji, dan mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan. Yang dimaksud adalah, apakah kehadiran kita dimanapun kita berada telah menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar kita? Apakah kita menjadi sukacita bagi orang-orang yang ada di sekitar kita?
Sudah selayaknyalah bagi umat Tuhan untuk menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar kita. Tunjukkanlah kepada mereka yang belum percaya bahwa kehidupan yang kita memiliki adalah kehidupan yang penuh kegembiraan, kepedulian, dan kasih baik kepada teman-teman, keluarga, maupun bagi orang yang tidak dikenal sekalipun. Tuhan ingin agar kita dapat menjadi kebanggaan-Nya. Tuhan ingin agar kita dapat menunjukkan kualitas hidup yang dikenan oleh-Nya maupun manusia. Kelakuan yang baik telah menjadi langka di zaman sekarang ini. Tindakan kecurangan, kemarahan, hawa nafsu, iri hati, kebusukan hati, kesombongan, dan pengkhianatan terjadi dimana-mana dan semakin bebas, semakin menjadi-jadi. Karenanya, kehadrian kita sebagai umat Tuhan harus dapat mengubah semua kondisi itu menjadi kondisi yang jauh lebih baik dan memuliakan nama Tuhan.
Kita semua adalah gereja Tuhan. Karenanya, jadilah berkat dimanapun kita berada!

Gereja bukanlah gedungnya, melainkan orangnya.
Gereja bukanlah kemewahannya, melainkan kasihnya



Created date: Friday, December 3rd 2010

................................................................




PART 8. HAGGAI

CHURCH = BLESSINGS


Haggai 2:15-19, "And now, I pray you, consider from this day and upward, from before a stone was laid upon a stone in the temple of the LORD: Since those days were, when one came to an heap of twenty measures, there were but ten: when one came to the pressfat for to draw out fifty vessels out of the press, there were but twenty. I smote you with blasting and with mildew and with hail in all the labours of your hands; yet ye turned not to me, saith the LORD. Consider now from this day and upward, from the four and twentieth day of the ninth month, even from the day that the foundation of the LORD's temple was laid, consider it. Is the seed yet in the barn? yea, as yet the vine, and the fig tree, and the pomegranate, and the olive tree, hath not brought forth: from this day will I bless you."


Haggai wrote a word from God that reminds us how important the existence of a church wherever the church is located. It is true that what mentioned in these verses is not a church, but the temple of God is a place of worship for ancient Israel, and its function was exactly the same with present church. Lord explained to the nation of Judah through Haggai that before the temple of the Lord is rebuilt, their situation is not good at all. They were attacked by food shortages and outbreaks of pest and disease so that their condition was not good at all. Everything does not get better than they should.
But when the temple of the Lord been built, things gradually improved. God restore all sorts of bad conditions that exist and made it better. So, is today the existence of the church has been a blessing to those around it? Church is not a building, but a bevy of believers who pray, praise, and offered the best for the Lord. This is what it's mean, is our presence wherever we are has been a blessing to those around us? Have we become a joy for the people who are around us?
As believers, we have to be a blessing for those around us. Show to those who do not believe that the life we have is a life full of joy, caring, and love both to friends, family, or for people who are not known though. God wants us to show the quality of life that liked by him as well as humans. Good behavior has become rare in this day and age. Act of cheating, anger, lust, envy, malevolence, vanity, and betrayal was widespread and increasingly free, increasingly be-so. Therefore, our presence as God's people must be able to change all the conditions to become a much better condition and glorify the name of God.
We are all God's church. Therefore, be a blessing wherever we are!

Church is not about buildings, but the person.
Church is not about the luxury, but its love...



Created date: Friday, December 3rd 2010

Minggu, 19 Desember 2010

REFLECTION FROM MINOR PROPHETS PART 7: ZEFANYA


PART 7. ZEFANYA

LET’S FIND THOSE THINGS!


Zefanya 2:3, ”Carilah TUHAN, hai semua orang yang rendah hati di negeri, yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan TUHAN.”

Dari pembacaan ayat diatas kita dapat menemukan tiga hal yang Tuhan mau untuk selalu kita cari dan lakukan sebagai orang-orang yang taat melakukan hukum Tuhan, sebagai orang-orang Kristen yang mengasihi-Nya, yaitu:

1. Pertama, carilah Tuhan senantiasa!

Ada dua tipe orang yang dapat melupakan Tuhan di dalam hidupnya: Pertama, orang yang setelah mengalami berkat yang berkelimpahan dari Tuhan kemudian terlarut dengan kenikmatan hidup yang indah, nyaman, dan penuh berkat itu sehingga dia melupakan bahwa ada Tuhan Yesus dibalik semua kesuksesan hidupnya. Kedua, orang yang mengalami hal yang sulit dan berada dalam penderitaan yang pada akhirnya menjadi marah kepada Tuhan, dan mempersalahkan-Nya atas segala kesulitan yang dia alami.
Namun sebagai kekasih Kristus, kita tidak boleh menjadi seperti yang manapun dari dua tipe orang ini, sebab semua itu tidaklah berkenan kepada Tuhan. Janganlah kita marah kepada Tuhan atas penderitaan yang kita alami, sebab pasti ada rencana yang indah dibalik semua itu yang sudah Tuhan sediakan. Dan janganlah menjadi orang yang melupakan Tuhan setelah kita menikmati berkat dari pada-Nya. Yang Tuhan mau adalah: carilah terus Tuhan baik ataupun tidak baik keadaan kita!

2. Kedua, carilah keadilan!

Karena sudah sulit menemukan keadilan di tanah Yehuda, maka Tuhan memperingatkan sisa orang-orang saleh yang ada di sana untuk tetap mencari keadilan dan berlaku adil. Sebagi umat yang dikasihi Tuhan, kitapun harus menerapkan perilaku adil dimanapun dan apapun yang kita lakukan. Jangan sampai Tuhan mencela kita karena ketidakadilan yang Ia temukan dalam diri kita!

3. Ketiga, carilah kerendahan hati!

Seringnya firman Tuhan berkata mengenai kerendahan hati menunjukkan betapa luar biasa pentingnya sifat manusia yang satu ini. Jangan sampai kita terjatuh karena kelakuan angkuh kita! Yang Tuhan inginkan adalah kita untuk memiliki hati yang selalu mau mengasihani, lembut, dan tidak sombong. Jangan sampai kita didapatkan Tuhan terlalu sombong sehingga Dia tidak dapat menerima kita. Ubahkanlah hati kita jika itu terlalu sombong dan jangan biarkan virus kesombongan menggerogoti dan menggelapkan hati kita sehingga kita melupakan kehendak Tuhan untuk memiliki anak-anak yang rendah hati, dan murah hati.
Carilah kualitas hidup yang terbaik di dalam Tuhan, dan jangan pernah melupakan-Nya dalam segala kondisi apapun dan membuat-Nya kecewa. Milikilah karakter Kristus sehingga kita dapat menyenangkan hati Tuhan! Halleluya, amin.

There is none like You my Lord. I want to love You my Gold
Nothing will separate me from You. I will search for You, and I’ll find You


Created date: Sunday, November 28th 2010

......................................................................

PART 7. Zephaniah

LET'S FIND THOSE Things!


Zephaniah 2:3, "Seek ye the LORD, all ye meek of the earth, which have wrought his judgment; seek righteousness, seek meekness: it may be ye shall be hid in the day of the LORD's anger."



From reading the above verses we can find three things that God wants us to always look for and do as the people who obey the law of God, and as Christians who loves Him, which are:

1. First, seek the Lord always!
There are two types of people who can forget the Lord in his life: First, people who after experiencing the abundant blessings of God and then dissolved with the pleasures of living a beautiful, comfortable, and full of blessings life, so he forgot that there was the Lord Jesus behind all the success of his life. Second, people who experience a difficult thing and be in agony that eventually became angry at God and blame Him for all the difficulties he experienced.
But as a lover of Christ, we should not be like that of any of these two types of people, because all that are not pleasing God. Let us not be angry with God for the suffering that we experienced, because there must be a wonderful plan behind all of that. And do not be the one who forget God when we enjoy the blessings from Him. What God wants is: always search for The Lord no matter how good or bad our circumstances!

2. Second, seek justice!

Because it's difficult to find justice in the land of Judah, the Lord warned the rest of the righteous ones who are there to still seek justice and be fair. As with people who loved the Lord, we too should adopt fair behavior wherever and whatever we do. Do not let God denounce us for the injustice which he found in us!

3. Third, seek humility!

How often the word of God says about humility shows us just how remarkable the importance of this human nature. Do not let us fall because of our arrogant behavior! What God wanted us to have is a heart of gentle, and not arrogant. Don't get too cocky so that our Lord can not accept us. Change our hearts if it too arrogant and do not let arrogance viruses gnawing and darken our hearts so that we forget God's will to have humble, and generous children.
Find the best quality of life in the Lord, and never forget Him in all circumstances and make Him disappointed. Have the character of Christ so that we can please God! Hallelujah, amen.

'There is none like You my Lord. I want to love you my Gold
Nothing will separate me from You. I will search for You, and I'll find You


Created date: Sunday, November 28th 2010

Minggu, 12 Desember 2010

REFLECTION FROM MINOR PROPHETS PART 6: HABAKUK

PART 6. HABAKUK




KARAKTER YANG TAK BERGUNA

Habakuk 2:4-5, ”Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya. Orang sombong dan khianat dia yang melagak, tetapi ia tidak akan tetap ada; ia mengangakan mulutnya seperti dunia orang mati dan tidak kenyang-kenyang seperti maut, sehingga segala suku bangsa dikumpulkannya dan segala bangsa dihimpunkannya.”

Dalam serial buku The Chronicles of Narnia: Prince Caspian, dikisahkan mengenai seorang dwarf yang sombong bernama Nikabrik. Dwarf ini tidak mau membantu Caspian untuk merebut takhta kerajaan yang seharusnya menjadi miliknya, karena Nikabrik menganggap bahwa manusia itu makhluk rendahan yang kejam, dan kesombongannya juga membuatnya membenci Doctor Cornelius yang adalah keturunan campuran manusia dan dwarf. Pada akhirnya Nikabrik pun mati dengan sia-sia ketika sedang merancangkan perbuatan jahat atas pangeran Caspian.
Nabi Habakuk menuliskan perkataan Tuhan mengenai orang-orang Kasdim (Babel) yang akan menjalankan penghukuman Tuhan atas Yehuda. Semua ini dikarenakan keheranan Habakuk mengenai cara Tuhan untuk memakai bangsa Babel yang kejam itu untuk menghukum Yehuda yang menurut Habakuk jauh lebih baik daripada orang-orang Kasdim tersebut. Namun Tuhan berkata bahwa bangsa yang sombong, tamak, dan penuh khianat pada akhirnya juga akan Tuhan hukum dan mereka tidak akan tetap ada oleh sebab kejahatan mereka yang parah tersebut.
Kesombongan bukanlah sesuatu yang baik, melainkan itu adalah karakter yang tak berguna dari manusia yang harus dihilangkan. Babel akan dimusnahkan oleh Tuhan akibat kesombongan, ketamakan, dan kejahatannya. Ini menunjukkan bahwa Tuhan kita tidak senang sama sekali dengan orang-orang yang memiliki karakter seperti ini. Jika kita lebih unggul dalam hal apapun dibandingkan orang lain, janganlah kita menjadi sombong dan menganggap remeh mereka. Atau jika ada orang yang membuat kita marah, janganlah kita mendendam pada mereka dan akhirnya menganggap rendah mereka karna tingkah laku mereka.
Nikabrik mati dalam kebodohannya dan tertelan dalam kesombingannya sendiri, begitu pula pada akhirnya negeri orang Kasdim hancur dan musnah karena kejahatan yang mereka perbuat sendiri. Bagaimanakah dengan kita? Apakah kita mau ikut dalam daftar orang-orang yang dimurkai Tuhan karena kesombongan yang dilakukannya? Jangan sampai! Tuhan ingin kita memiliki karakter yang rendah hati dan lemah lembut, sama seperti Tuhan kita Yesus adalah pribadi yang lemah lembut dan penuh kebaikan. Jadi, milikilah kerendahan hati, dan buang jauh-jauh karakter kita yang tidak berguna, maka hidup kita akan jadi jauh lebih bersinar dan disenangi banyak orang!


Satu hal akan kuingat:
Yaitu bahwa kesombongan hanya akan membuatku jatuh
Satu hal akan kulakukan:
Yaitu merendahkan hati sehingga aku terus melesat tinggi


Created date: Sunday, November 28th 2010

......................................................................

PART 6. Habakkuk




USELESS CHARACTERS


Habakkuk 2:4-5, "Behold, his soul which is lifted up is not upright in him: but the just shall live by his faith. Yea also, because he transgresseth by wine, he is a proud man, neither keepeth at home, who enlargeth his desire as hell, and is as death, and cannot be satisfied, but gathereth unto him all nations, and heapeth unto him all people."


In the book series The Chronicles of Narnia: Prince Caspian, told about an arrogant dwarf named Nikabrik. This dwarf is not willing to help Caspian to seize the throne that should be his, because Nikabrik assume that human beings are inferior creature that are cruel. His arrogance also made him hate Doctor Cornelius who was a descendant of a mixture of human and dwarf. In the end Nikabrik died in vain when he made an evil plan to prince Caspian.
The prophet Habakkuk wrote down what God says about the Chaldeans (Babylon), who will run the punishment of God on Judah. All this is due to the astonishment of Habakkuk about God's ways to use the cruel Babylonians to punish Judah, which, according to Habakkuk much better than the Chaldeans. But God says that a nation that arrogant, greedy, and perfidious will also be punished by God and they will not remain because of their crimes are severe.
Arrogance is not a good thing, but it is a useless character of the man who should be eliminated. Babylon was destroyed by God due to pride, greed, and wickedness. This shows that our God is not pleased at all with people who have characters like this. If we are superior in any respect than anyone else, let us not be arrogant and underestimate them. Or if there are people who make us angry, we must not grudge to them and eventually despise them because their behavior.
Nikabrik died in ignorance and swallowed in his own pride, as well as ultimately the land of the Chaldeans destroyed because of thier own evil deeds. How about us? Do we want to come in the list of those who incurred the Wrath of God because of their pride? Do not be! God wants us to have the character of humble and meek, just like our Lord Jesus was gentle and benevolent. So, be humble, and throw away our character that is not useful, then our lives will be much more shine and liked by a lot of people!


One thing to remember:
Pride will only make me fall
One thing I would do:
Humility will keep me stand on a top of high mountain


Created date: Sunday, November 28th 2010

Jumat, 10 Desember 2010

REFLECTION FROM MINOR PROPHETS PART 5: MIKHA


PART 5. MIKHA

WHAT’S GOOD TO DO? (NO ENGLISH VERSION)

Mikha 6:8, ”Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?"

Hukum di Indonesia sepertinya sudah tidak mempertahankan keadilan. Karena koruptor negara yang membuat rakyat miskin dipenjara dengan fasilitas yang mewah, sedangkan pembuat kejahatan kecil seperti maling ayam dipenjara dengan fasilitas yang tidak baik. Malah kalau sedang sial, sebelum sampai dipenjara dia sudah dihajar mati.
Hubungan suami istri di Indonesia pun semakin banyak yang retak lantaran perselingkuhan terjadi dimana-mana, dan banyak kalangan artis yang bercerai karena hal ketidaksetiaan.
Banyak pula hamba Tuhan di Indonesia yang terlalu sombong dan angkuh karena kesuksesan pelayanannya dan akhirnya menjadikan pelayanan sebagai bisnis dan menimbulkan sakit hati jemaat dimana-mana. Mereka tidak lagi menunjukkan kerendah hatian di hadapan Tuhan.
Namun lewat kitab Mikha kita dapat mengerti hal baik apa yang Tuhan mau dan tuntut untuk kita lakukan, yaitu tiga hal yang bertentangan dengan tiga kasus yang baru kita bahas:

1) Tuhan menginginkan kita untuk berlaku adil.
Dalam segala tingkah laku kita berbuatlah keadilan, dan membela yang benar serta menolak yang berbuat salah. Membagikan upah secara adil serta memberikan kasih sayang dengan adil kepada siapapun.

2) Tuhan menginginkan kita untuk mencintai kesetiaan.
Setialah kepada Tuhan, setialah kepada pasangan hidup kita, dan setialah pada segala pekerjaan yang sudah Tuhan percayakan untuk kita lakukan. Ketika kita setia pada segala sesuatu yang baik, Ia akan memperhitungkan itu sebagai kebenaran.

3) Tuhan menginginkan kita untuk hidup rendah hati di hadapan-Nya.
Kesombongan tidak akan pernah membawa kita kepada kebahagiaan. Tuhan tidak senang sama sekali dengan orang yang sombong, baik itu menyombongkan kekayaannya, talentanya, atau bahkan pelayanan sekalipun, semuanya jelek di mata Tuhan. Jauhilah kesombongan dan hiduplah dengan kerendah hatian di hadapan Tuhan, sehingga berkat yang dari pada-Nya dan sukacita akan melimpah bagi kita di dalam kehidupan kita, percayalah!
Jadi, lakukanlah apa yang baik yang sudah Tuhan perintahkan kepada kita semua lewat perantaraan hamba-Nya Mikha. Dikatakan bahwa itu bukan sekadar permintaan-Nya, melainkan apa yang Tuhan tuntut dari kita! Jadi, lakukanlah apa yang baik untuk dilakukan, Tuhan Yesus memberkati kita semua, amin!

Tuhan, ajarilah aku untuk berlaku adil...
Bapa, peringatkanlah aku untuk tetap setia...
Yesus, biarlah aku terus rendah hati walaupun berhasil...
Roh Kudus, sehingga nama-Mu tetap mulia selamanya... Amin.


Created date: Saturday, November 27th 2010

Jumat, 03 Desember 2010

REFLECTION FROM MINOR PROPHETS PART 4 : JONAH

”I LOVE YOU MY SON...”

Yunus 4:11, ”Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?”




Yunus enggan pergi ke kota Niniwe untuk memperingatkan musibah yang akan Allah adakan bagi kota itu. Yunus enggan melihat pertobatan akan dilakukan oleh penduduk Niniwe, dan Yunus enggan melihat Tuhan melimpahkan kemurahan-Nya atas Niniwe sehingga malapetaka tidak jadi dikirmkan-Nya atas kota yang jahat itu. Pertanyaannya: Mengapa?
Niniwe adalah kota yang jahat. Niniwe adalah kota besar dengan penduduk yang keji. Niniwe adalah tempatnya penduduk yang tidak segan-segan menggantung tengkorak musuh-musuh mereka di tembok, menyiksa bangsa yang mereka kalahkan dengan menguliti mereka hidup-hidup, mencabut lidah mereka, ataupun menancapkan mereka dengan tombak ke tembok. Karena itu kota yang jahat ini sangat ingin Yunus lihat dalam keadaan hancur. Namun Yunus tidak bisa lari dari perintah Tuhan, dan diapun memperingatkan bangsa itu sehingga mereka semua bertobat. Lalu apa reaksi Tuhan?
Tuhan mengampuni mereka. Tuhan menyesal atas rencana-Nya untuk menunggangbalikkan kota ini. Tuhan melihat ketulusan mereka dalam bertobat, bahkan ternak merekapun diharuskan berpuasa. Tuhan memberikan kesempatan kedua bagi Niniwe. Sekali lagi, mengapa?
Karena Dia memiliki kasih. Kasih Tuhan sungguh melimpah pada umat manusia sehingga bangsa paling jahat pun masih Tuhan berikan pengampunan yang seharusnya tidak mereka peroleh. Ini semua karena hati Tuhan terlalu lembut untuk menghukum orang-orang berdosa yang dengan kesungguhan mencari pertobatan dari Tuhan. Kita jadi mengingat kasih Allah pada umat manusia sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal untuk tersiksa dan menderita dengan sangatnya hanya untuk menebus dosa manusia yang sudah terlampau bejat. Sama seperti Niniwe, kesempatan kedua Tuhan berikan pada kita.
Dosa apa yang kita perbuat dalam waktu dekat ini? Apakah sangat parah sehingga membuat kita berpikir Tuhan murka dengan sangat dan tidak akan mengampuni kita lagi? Salah. Karena sesungguhnya kasih Tuhan tidak terbatas. Selama kita masih mencari-Nya dengan kesungguhan dan ketulusan, Ia tidak akan pernah tega untuk tidak memaafkan kita. Namun jangan memanfaatkan ini untuk mempermainkan Tuhan dan terus berbuat dosa, karena Ia tidak akan membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena itu ingatlah satu hal yang penting; yaitu dalam kondisi apapun kasih-Nya tetap ada untuk kita, dan Dia akan selalu berkata: ”I love you My son...”

Terima kasih Tuhan untuk cinta-Mu
Pengampunan-Mu amat besar bagi hidupku
Itu tidak akan pernah berubah sedari dulu
Dan kutahu itu tidak akan hilang dimakan waktu


Created date: Saturday, November 27th 2010

......................................................................

"I LOVE YOU MY SON ..."

Jonah 4:11, " And should not I spare Nineveh, that great city, wherein are more then sixscore thousand persons that cannot discern between their right hand and their left hand; and also much cattle?"

Jonah reluctantly went to Nineveh to warn the calamities that God would have put to the city. Jonah was reluctant to see the conversion be happen by the inhabitants of Nineveh, and Jonah was reluctant to see God bestow His mercy on Nineveh so that the catastrophe is not sent by Him for that evil city. The question is: Why?
Nineveh was a wicked city. Nineveh is a big city with an evil population. Nineveh was the place where people did not hesitate to hang the skulls of their enemies on the wall, torturing people who they beat by skinning them alive, pulling their tongues, or stick them with a spear into the wall. Therefore, Jonah was eager to see this wicked city in ruins. But Jonah could not escape from God's command, and he warned the nation so that they all repent. Then what is God's reaction?
God forgive them. God feel sorry for his plan to topsy-turvy the town. God saw their sincerity in repentance, even the cattle commanded to fasting. God gives second chances to Nineveh. Once again, why?
Because He has love. God's love was abundant for human race so that the most evil nation still given forgiveness from God. A forgiveness that they should not earn. This is all because God's heart is too soft to punish sinners who sincerely seek repentance from God. We're so remember the love of God in mankind that He gave His only begotten Son to suffer and suffer in pain only to atone for the sins of mankind that was too depraved.
Just as Nineveh, God also gave the second chance to us.
What kind of sins that we've done in the near future? Does it make us think God is very angry with and will not forgive us anymore? Wrong. Because God's love is not limited. As long as we still seek Him with earnestness and sincerity, he will never have the heart to not forgive us. But do not take advantage of this to trick the Lord and continue to sin, because He will not let himself be mocked. Therefore, remember one important thing: that is in any condition His love will still there for us, and He will always say: "I love you My son ..."



Created date: Saturday, November 27th 2010

Sabtu, 27 November 2010

REFLECTION FROM MINOR PROPHETS PART 3 : AMOS

PART 3. AMOS

THE PATH TOWARD LIFE


Amos 5:4-6, ” Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: "Carilah Aku, maka kamu akan hidup! Janganlah kamu mencari Betel, janganlah pergi ke Gilgal dan janganlah menyeberang ke Bersyeba, sebab Gilgal pasti masuk ke dalam pembuangan dan Betel akan lenyap." Carilah TUHAN, maka kamu akan hidup, supaya jangan Ia memasuki keturunan Yusuf bagaikan api, yang memakannya habis dengan tidak ada yang memadamkan bagi Betel.”



Amos adalah seorang peternak domba dan pemungut buah ara di hutan yang Tuhan panggil untuk menjadi seorang nabi. Nabi yang berasal dari Tekoa di tanah Yehuda ini Tuhan tugaskan untuk memperingati Israel akan kebejatan dan kejahatannya. Banyak nubuatan dan peringatan yang Amos sampaikan langsung dari mulut Tuhan, salah satunya yaitu yang ada di dalam pasal lima ayat empat sampai enam yang isinya berbunyi mengenai peringatan Tuhan akan penyembahan berhala di Betel dan Gilgal.


”Carilah Aku, maka kamu akan hidup! Janganlah kamu mencari Betel, janganlah pergi ke Gilgal dan janganlah menyeberang ke Bersyeba, sebab Gilgal pasti masuk ke dalam pembuangan dan Betel akan lenyap.” Betel dan Gilgal adalah termasuk kota pusat penyembahan berhala sinkretistik negeri Israel, karena itulah Tuhan dengan tegas melarang orang Israel untuk mencari pertolongan dari berhala-berhala dan dewa-dewa mereka. Karena apa? Karena semua berhala yang ada di Gilgal maupun Betel pada akhirnya akan lenyap, dan dewa-dewa mereka tidak akan mampu menolong mereka dari murka Allah. Namun sebaliknya, yang mencari Tuhan akan tetap hidup. Mengapa? Karena Ialah sumber kehidupan utama di bumi ini, dan Dialah jalan yang menuju hidup.



Terkadang di dalam kehidupan ini ketika kita mengalami kesulitan besar kita tidak mencari Tuhan sebagai Penolong sejati terlebih dahulu, melainkan mengandalkan kekuatan kita dan orang lain. Sebagai contoh, ketika kita mengalami sakit penyakit, apakah yang terlintas paling pertama di benak kita? Obat atau pertolongan Tuhan Yesus? Memang sama sekali tidak salah memakai obat, tapi utamakanlah berdoa kepada Tuhan terlebih dahulu, barulah setelah itu kita mengkonsumsi obat ataupun pergi ke dokter. Itupun harus tetap disertai doa.
Akan jauh lebih parah jika kita malah mengandalkan kekuatan setan untuk mengatasi masalah kita. Tidak ada jodoh? Kita pergi ke tukang ramal. Ingin kaya? Pergi ke dukun, dan dengan rajinnya membaca horoscope. Semua itu bukanlah kebenaran dan hanya sampah. Pada akhirnya semua itu akan lenyap, tetapi Tuhan dan firman-Nya akan selalu ada, karena hanya Tuhanlah andalan kita satu-satunya dan jalan yang menuju kepada kehidupan yang sejati, kekal, dan penuh kebahagiaan. Jesus loves you!


I will walk to the life, through You O Lord, the true path
Stay away from You and rely on other things beside You, will lead me to the death.
So I will follow You as my true ’Path’ toward life.
And I will be leads to the eternal life by Your grace


Created date: Saturday, November 27th 2010

...........................................................................

PART 3. AMOS

THE PATH TOWARD LIFE


Amos 5:4-6, "The LORD says to the people of Israel, "Come to me, and you will live. Do not go to Beersheba to worship. Do not try to find me at Bethel--Bethel will come to nothing. Do not go to Gilgal--her people are doomed to exile." Go to the LORD, and you will live. If you do not go, he will sweep down like fire on the people of Israel. The fire will burn up the people of Bethel, and no one will be able to put it out."


Amos was a sheep shepherd and collector of figs in the forest that fulfill God's calling to become a prophet. He is a prophet from Tekoa in Judah that the Lord commanded to commemorate Israel's depravity and wickedness. Many prophecies and warnings announced by Amos directly from the mouth of God. One of which is in chapter five verses four to six which contents about the warnings from God that cursed idolatry at Bethel and Gilgal.



"Come to me, and you will live. Do not go to Beersheba to worship. Do not try to find me at Bethel. Bethel will come to nothing. Do not go to Gilgal--her people are doomed to exile." Bethel and Gilgal were the center of pagan city in Israel, that's why God strictly forbade the Israelites to seek help from the idols. Why? Because all the idols in Gilgal and Bethel will eventually disappear, and their gods will not be able to help them from the wrath of the LORD. But otherwise, who seek the Lord shall live. Why? Because He is the main source of life on this earth, and He is the path that led to life.
Sometimes in life when we have great difficulty we do not seek God as a true helper in advance, but rather rely on our strength and others. For example, when we experience sickness, what comes most to our mind first? Medicines or Lord Jesus' help? It was not wrong to use medicines, but pray to God first, then after that we can consume medicines or go to the doctor. And even then we must keep on praying.

God and His word will always exist, because only God is our mainstay and the only road that leads to true, eternal, and full of happiness life. Jesus loves you!


I will walk to the life, through You O Lord, the true path
Stay away from You and rely on other things beside You, will lead me to the death.
So I will follow You as my true ’Path’ toward life.
And I will be leads to the eternal life by Your grace


Created date: Saturday, November 27th 2010

REFLECTION FROM MINOR PROPHETS PART 2 : JOEL


PART 2. YOEL

KASIH YANG MAHAKUASA


Yoel 3:17-21, ”Maka kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, adalah Allahmu, yang diam di Sion, gunung-Ku yang kudus. Dan Yerusalem akan menjadi kudus, dan orang-orang luar tidak akan melintasinya lagi. Pada waktu itu akan terjadi, bahwa gunung-gunung akan meniriskan anggur baru, bukit-bukit akan mengalirkan susu, dan segala sungai Yehuda akan mengalirkan air; mata air akan terbit dari rumah TUHAN dan akan membasahi lembah Sitim. Mesir akan menjadi sunyi sepi, dan Edom akan menjadi padang gurun tandus, oleh sebab kekerasan terhadap keturunan Yehuda, oleh karena mereka telah menumpahkan darah orang yang tak bersalah di tanahnya. Tetapi Yehuda tetap didiami untuk selama-lamanya dan Yerusalem turun-temurun. Aku akan membalas darah mereka yang belum Kubalas; TUHAN tetap diam di Sion."

Suatu saat seorang anak muda yang bernama Theodore McBride mencoba nekad mengendarai mobil ayahnya tanpa izin. Hal ini dia lakukan karena dia baru saja mendapatkan Surat Izin Mengemudi. Namun terjadi hal yang buruk karena mobil yang Ia kendarai tabrakan dan rusak berat. McBride berpikir bahwa inilah akhir hidupnya, ayahnya akan marah besar! Tapi setelah pulang, reaksi yang tidak diduga Ia dapatkan, ayahnya memeluk dirinya dengan kencang dan menangis. Disinilah McBride menyadari bahwa ayahnya sangat mengasihi dia, dan tidak mementingkan mobil yang rusak tersebut. Kasih ayahnya padanya sungguhlah besar.


Yehuda sudah menjadi umat yang mengecewakan Tuhan dengan parah sekali. Mereka mengikuti kebiasaan bangsa-bangsa yang istri-istrinya mereka ambil untuk dinikahi, yaitu menyembah dewa-dewa dan patung-patung. Hal ini sungguh menyakiti hati Tuhan. Tuhanpun menghukum mereka dengan menyerahkan mereka ke dalam kekuasaan bangsa-bangsa lain seperti Babel, ataupun Mesir. Namun kasih Tuhan melebihi segala tindakan jahat manusia, karena Tuhan tetap mengasihi bangsa yang keras hatinya ini. Walaupun hukuman diberikan kepada mereka untuk sementara waktu, namun Tuhan Allah tetap menjanjikan kebebasan bangsa Yehuda, dan bahkan kesuburan pada hasil tanahnya. Bangsa-bangsa yang menjajah mereka akan diusir jauh-jauh dan tidak lagi berkuasa atas Yehuda. Bahkan Tuhan akan membalaskan kembali perbuatan keji bangsa-bangsa yang menindas Yehuda, dan pada akhirnya, Tuhan tetap akan menjadi Allah di tanah Yerusalem dan Allahnya bangsa Yehuda. Ini adalah janji yang Ia ucapkan sendiri lewat perantaraan nabi Yoel, dan janji ini Ia genapi.
Kasih yang Mahakuasa bukanlah sebuah kasih yang ringan dan sepele. Kasih Tuhan tidak bisa kita pahami, begitu dalam dan luar biasa bagi kita umat yang dikasihi-Nya. Seberapa beratnyapun dosa kita, Tuhan akan tetap ada untuk memberikan pengampunan selama kita dengan tulus meminta ampun kepada-Nya, dan jangan dengan sengaja melakukan dosa lagi. Carilah hadirat Tuhan selalu dan lakukan segala yang Ia mau kita lakukan. Dialah Bapa yang mengasihi kita seperti ayah McBride mengasihi anaknya, bahkan jauh lebih dalam kasih Tuhan kita dibanding kasih ayah di dunia ini. Datanglah pada-Nya, rasakan kasih-Nya, dan biarlah Ia memelukmu dengan kemesraan!

O God, Your love is too far to be understand by men. Thanks for that mighty love...


Created date: Saturday, November 20th 2010

.......................................................................

PART 2. JOEL

THE ALMIGHTY LOVE


Joel 3:17-21, "Then, Israel, you will know that I am the LORD your God. I live on Zion, my sacred hill. Jerusalem will be a sacred city; foreigners will never conquer it again. At that time the mountains will be covered with vineyards, and cattle will be found on every hill; there will be plenty of water for all of Judah. A stream will flow from the Temple of the LORD, and it will water Acacia Valley. "Egypt will become a desert, and Edom a ruined waste, because they attacked the land of Judah and killed its innocent people. I will avenge those who were killed; I will not spare the guilty. But Judah and Jerusalem will be inhabited forever, and I, the LORD, will live on Mount Zion."


One day a young man named Theodore McBride tried to drive his father's car without permission. He did this because he just get a driving license. But the bad thing happened because the car that he drove crashed and damaged so hard. McBride thinks that this is the end of his life, his father would be furious! But after coming home, he got an unexpected reaction. His father hugged him tightly and cried. This is where McBride noticed that his father loves him, and are not concerned with the damaged car. Her father's love is indeed big.
Judah had become a disappointing God's people so badly. They were following their wives to worship the idols. It really hurt God. Lord punished them by handing them to the other nations such as Babylon, or Egypt. But the love of God surpasses all human's evil actions, because God still loves this nation so hard. Although the punishment given to them, but the Lord God still promises freedom of the nation of Judah, and even fertility in the soil. The nations who invaded them will be expelled away and no longer rule over Judah. Even God will avenge back abominations of the nations that oppressed Judah, and in the end, God still will be a God in the land of Jerusalem and Judah. This is a promise that he himself pronounce through the prophet Joel, and he fulfilled this promise.

Love of the Almighty is not a love of light and trivial. God's love we can not understand, so deep and extraordinary for us whom he loved. No matter how serious our sins, God will still be there to provide forgiveness for we that sincerely ask for His forgiveness, and do not intentionally committing the sin again. Seek God's presence always and do all that He wants us to do. He is the Father who loves us like McBride's father that loves his son, even more than that. Come to Him, feel His love, and let He embrace you tightly!


O God, Your love is too far to be understand by men. Thanks for that mighty love ...



Created date: Saturday, November 20th

Jumat, 19 November 2010

REFLECTION FROM MINOR PROPHETS PART 1 : HOSEA


PART 1. HOSEA

TAAT WALAUPUN BERAT


Hosea 1:2-9, “...berfirmanlah Ia kepada Hosea: "Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal dan peranakkanlah anak-anak sundal, karena negeri ini bersundal hebat dengan membelakangi TUHAN." Maka pergilah ia dan mengawini Gomer binti Diblaim, lalu mengandunglah perempuan itu dan melahirkan baginya seorang anak laki-laki...”

Apa yang akan kita lakukan jika Tuhan memerintahkan kita untuk melakukan hal-hal yang berat yang bagi kita amat sulit untuk melakukannya? Mampukah kita taat? Hosea menunjukkan kesetiaan dan ketaatannya sebagai nabi Allah. Perintah Allah padanya cukup aneh dan sulit, yaitu untuk menikahi perempuan sundal. Ada banyak dampak buruk jika Ia melakukan ini, yaitu Ia akan dipandang jelek oleh orang-orang sekitarnya yang mengenalnya sebagai nabi, lalu ada kemungkinan dia akan dikhianati dan perempuan itu akan berselingkuh (dan terbukti, Gomer, perempuan itu, kembali pada kebiasaannya untuk bersundal). Namun Hosea tetap taat kepada Tuhan dan melakukan segala perintah-Nya sebagai lambang dari Israel yang bersundal hebat dengan menyembah berhala. Bahkan, Hosea rela memberi ketiga anaknya nama yang memilik arti jelek, karena itu juga perintah Tuhan. Namun sekali lagi, Ia tetap taat.
Terkadang kita menghadapi banyak pilihan sulit yang membuat kita harus memilih antara kehendak kita maupun kehendak Tuhan. Contoh sederhana adalah ketika kita akan memberi persembahan di gereja, dan uang yang ada di dompet kita adalah pecahan besar semua. Mampukah kita memberikan yang terbaik untuk pekerjaan Tuhan? Atau hanya memberi yang paling sedikit, bahkan tidak memberi sama sekali? Jika ada orang yang sangat butuh pertolongan kita, namun jika kita menolongnya kita akan mengalami kerugian, mampukah kita mengikuti kehendak Tuhan untuk memberikan bantuan? Tentu kita hanya membantu jika orang yang meminta pertolongan itu jujur dan tulus tanpa motivasi yang salah.
Percayalah bahwa apa yang Hosea alami tidak mudah, namun Ia tetap mampu untuk taat. Bagaimana dengan kita? Sebagai umat Tuhan yang setia kita pun harus senantiasa mengikuti kehendak Tuhan dalam hidup kita, dan melaksanakan segala perintah-Nya seberat apapun itu. Dan yakinlah, Tuhan tahu yang terbaik bagi kita selama kita taat, dan hasil dari ketaatan kita tidak akan pernah menjadi sia-sia. Tuhan memberkati!

Walaupun berat, aku mau taat.
Karena Engkau tahu yang terbaik untukku.
O Yesusku, aku bersyukur atas segala kebaikan-Mu di sepanjang waktuku
Hanya bagi-Mu segala kemuliaan, dan segala keagungan.
Amin


Created date: Friday, November 19th 2010

...................................................................................

PART 1. Hosea
OBEYING DIFFICULT COMMAND


Hosea 1:2-9, " When the LORD first spoke to Israel through Hosea, he said to Hosea, "Go and get married; your wife will be unfaithful, and your children will be just like her. In the same way my people have left me and become unfaithful." So Hosea married a woman named Gomer, the daughter of Diblaim. After the birth of their first child, a son, the LORD said to Hosea, "Name him 'Jezreel,' because it will not be long before I punish the king of Israel for the murders that his ancestor Jehu committed at Jezreel. I am going to put an end to Jehu's dynasty. And in Jezreel Valley I will at that time destroy Israel's military power." Gomer had a second child--this time it was a girl. The LORD said to Hosea, "Name her 'Unloved,' because I will no longer show love to the people of Israel or forgive them. But to the people of Judah I will show love. I, the LORD their God, will save them, but I will not do it by war--with swords or bows and arrows or with horses and horsemen." After Gomer had weaned her daughter, she became pregnant again and had another son. The LORD said to Hosea, "Name him 'Not-My-People,' because the people of Israel are not my people, and I am not their God."



What would we do if God commands us to do things that are very difficult for us to do? Can we obey? Hosea showed loyalty and obedience as a prophet of God. God gave him a quite strange and difficult command, which is to marry a harlot. There are many adverse effects if he did this, that he would be viewed badly by the people around him who knew him as a prophet, then there is the possibility he would be betrayed and the woman will be having an affair (and proven, Gomer, the woman, back to her bad habit). But Hosea remained obedient to God and do His commandments as a symbol of Israel's that commits idolatry. In fact, Hosea willing to give her three children a name that stands ugly, because it is God's command. But again, he remained obedient.
Sometimes we face many difficult choices that make us have to choose between our will and the will of God. A simple example is when we give offerings at church, can we give our LORD the best for His work in our church? Or just give the least, even not give at all? If there are people who really need our help, but if we help him we will suffer losses, Could we follow God's will to provide assistance? Of course we only help if the person requesting help is honest and sincere without wrong motivation.
What Hosea did was not easy, but he is still able to be obedient. What about us? As a faithful people of God we must always follow the will of God in our lives, and perform all His commandments no matter how hard it is. And rest assured, God knows best for us as long as we obey, and the results of our obedience will never be in vain. God bless!

Although it is hard, I want to obey.
Because you know the best for me.
O Jesus, I give thanks for all thy goodness throughout my time
Just for You all the glory, forever.
Amen.



Created date: Friday, November 19th 2010